Dear Nanang….

Suratku kali ini datang di derasnya hujan dan angin kencang pada awal tahun. Kemanakah hasrat hidup itu Nang. Bila aku disini mengais reruntuhan-reruntuhan pondasi yang kami bangun dengan susah payah. They say, people come into your life for a reason. Let’s we talk about friendship. Apa yang dibilang teman baik Nang? care? selalu ada saat kita membutuhkan? sedangkan aku disini berteman dengan kepalsuan senyum mereka. haha.. sakit Nang. Aku berteman denganmu pun tanpa alasan Nang. Saat kita tertawa, saat aku terjatuh [meskipun seringkali kau juga tertawa] tapi tidak ada kepura-puraan itu Nang. Disaat kakak-kakak kelas itu men-zolimi [bener ga sih nulisnya ya?] diriku yang katanya terlalu famous. Kau tertawa mengatakan bahwa aku terlalu PD. hihi.. iya Nang, aku terlalu PD sampai muncul waham-waham kecurigaan pada orang-orang yang tak sengaja berbisik di depanku. How can i move on? berlakukah “Anjing menggonggong kafilah berlalu” haha..

More