23.01.2009

Aku biasa menikmati suasana ini..Pagiku lenyap.. Malamku terjaga.. Aku selalu terlibat. Ingin pergi dari hiruk pikuknya.

Malam ini aku akan terlambat pulang, entah, mungkin juga tidak pulang. Ada perhentian yang panjang. Mungkin aku lupa jalan pulang. Tak sanggup aku mencari jejak yang kutinggalkan tadi pagi. Mungkin juga sudah terhapus hujan. Seperti hujan juga menghapus lukaku yang kian menganga. Perih tak terperi.

Engkau selalu mempesona. Haruskah kujemput lagi?

———————————————————————————————-

“Pagi berlalu lagi..

Membawa sisa-sisa rindu

seperti mendung itu

itu tanda langit rindu bumi

Jangan cemburu pada hujan pagi

Lebih baik kita berpeluk

Sebab ketika kita berangkulan

Ada kemesraan, ada kekuatan, ada kedamaian, ada kebersamaan, ada keberduaan, ada rasa kantuk, ada sedikt mabuk, ada kedamaian, ada rasa syukur, ada kedamaian, ada semuanya,

Termasuk cinta…”

(Arswendo Atmowiloto : Novel “Kau Memanggilku Malaikat”)

*untukmu malaikatku*