DoLang (Dokter Petualang) 3- Last Chapter

The Show Must Go On.. Gyaaaaaaaaaa…. yang lebih membuat gila adalah supir Truk yang ga karuan-karuan nyetirnya. “Tobatlah kawan!!” kata teman saya berteriak diatas truk. Seakan bawa barang-barang dibelakang. Terombang-ambing, hujannya jg ga kenal ampun, lumayan jauh juga desa kami ke desa pusat tempat acara malam diadakan. Fiuh, setelah setengah jam main rollercoster, akhirnya sampe juga kami ditempat acara dengan basah kuyup dan pucat pasi. hahaha

More

Advertisements

DoLang (Dokter Petulang) 2

Karangasem dikala tak gersang..

Karangasem dikala tak gersang..

Day 3

main-main duluHoaaaahm.. pagi ini agenda kami adalah Pemasangan Tugu, Penyuluhan ke SD dan Penelitian. Sebelum itu kami menyempatkan diri mencari keringat sebentar, bermain futsal dengan bola voli di lapangan desa terdekat. hehe. Menyenangkan, itung-itung mepererat kami dengan suasana desa, sehingga membuat kami semakin betah.

gali lubang tugu euy..Kegiatan sebelumnya adalah menggali lubang, untuk pemasangan tugu sebagai tanda mata meninggalkan jejaka-jejaka eh? jejak-jejak manis kami di desa itu. πŸ™‚

ini lho tugunya.. maav, nutupin dapil Caleg.. peace^^

KERSOSKES XXV

Setelah menimba air untuk mandi, dimulailah kegiatan MCK masing-masing untuk bersiap-siap menuju SDN 1 Dukuh. Cuaca yang mendung di Karangasem ternyata tidak membuat surut niat anak-anak untuk sekolah, kalo kami mungkin akan meringkuk di balik selimut sampe siang.. hehe.. Rata-rata anak-anak disana berjalan kaki kesekolah kurang lebih 10 Km. Bila beruntung ada truk pengangkut yang membawa mereka keatas sampe sekolah. Maklum, sekolah letaknya diatas.

Kami disambut oleh bapak guru dan beberapa murid kelas 4,5, dan 6 yang akan menjadi target penyuluhan kami. Penyuluhan kami salah satunya tentang “BAHAYA MEROKOK”. Mulailah kami melakukan diskusi 2 arah untuk melibatkan anak-anak dalam menjawab pertanyaan kami dan semakin mempermudah anak-anak untuk memahami. Mulailah teman-teman saya bertanya “Ayoooo adiik-adik, siapa yang tau bahaya merokok? dapet hadiaaah looohh!!”,ungkapnya. Terlihat satu orang mengacungkan tangan. Lalu segera saja dia menyebutkan “Merokok… uhm.. dapat menyebabkan Kanker, gangguan jantung….. apa ya? merokok dapat…lupa!” (wah, iklan sekali anak ini). “Kok tau dik?”, kata teman saya. “iya,, ibu saya jualan rokok..”, ungkap anak itu dengan polosnya.

siapa yang bisa jawaaabb?Setelah mendapatkan hadiahnya, teman saya melanjutkan pertanyaannya. “Sekarang siapa yang bisa menyebutkan 2 jenis perokok?”, tanya teman saya. Mulailah banyak yang ingin menjawab karena mendapatkan hadiah dari kami. Akhirnya satu orang anak maju dan menyebutkan “Sampoerna dan X-Mild”, katanya dengan bersemangat! Gubraaaakz… huahahaha.. “Adik-adik sekalian, jenis perokok ada dua, SATU perokok Aktif, DUA Perokok pasif, tapi gpp, karena sudah berani maju, kita kasih hadiah.. tepuk tangan semuaaaaaa”, saya melanjutkan. hehehe.Β  Penyuluhan berlangsung cukup menarik, karena melihat anak-anak tersebut antusias (semoga bukan hanya karena hadiahnya =p). More

DoLang (Dokter Petualang)

Kersoskes 35Kegiatan Kerja Sosial Kesehatan (KerSosKes) XXV yang dilaksanakan di Karangasem Kubu pada tanggal 29 Januari 2009 sampai 1 Februari 2009 merupakan kegiatan rutin Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang berlangsung dengan cukup baik. Setidaknya 1200 warga Karangasem-Bali mendapatkan kesempatan berobat gratis.

SpeCial thanks untuk bli Gede Nurhadi yang sudah menyumbangkan baju-baju layak pakai kepada kami, sehingga dapat disalurkan bagi warga yang membutuhkan πŸ™‚

Day 1

Kami berangkat dari kampus dengan membawa semangat petualangan dan dedikasi tinggi terhadap almamater kami. Untuk mampu bersosialisasi dengan masyarakat dan membantu semampu kami, selain untuk mengasah soft skill kami. Tiba di tempat tujuan Desa Abalon yang menjadi tempat pembukaan sebelum nantinya kami 200 orang dipecah ke 6 titik. Yaitu Desa Batu Dawa (Long Stone-sebutan temen2), Batu Giling (Rolling stone), Nusu (Nusu Paradise), Bantas, Dukuh, dan Juntal. Hari pertama kami melakukan bersih-bersih sambil menyiapkan acara Pelayanan Kesehatan dan Peyuluhan yang menjadi agenda kerja utama kami. Bagaimana mengubah Pola Hidup Masyarakat. Kami menginap di Puskesmas Pembantu desa Dukuh, kebetulan saya kebagian di Desa Dukuh. Hmm.. mandi harus nimba dulu.. hehe kamar mandi terbatas hanya DUA. Jadi sambil menunggu giliran bersih-bersih dulu dan sembahyang. Malamnya masak-masak, bikin kopi, ngobrol-ngobrol lalu tidur. hehe. ga begitu dingin ternyata. More

Dag..dig..dug..

Lirikan penuh arti xp

Lirikan penuh arti xp

ah.. Ujian lagi.. ujian lagi.. Sudah sampai pada tahap stress yg ga bisa terkatakan lagi. Mulailah perilaku-perilaku tak lazim yang terjadi dikampus, dirumah, dimana saja. Nafsu makan meningkat. Tidak perduli dengan penampilan. Mata-mata yang kelelahan karena begadang. Dengan tas ransel yang penuh, tangan kanan bawa fotokopian slide kuliah, tangan kiri bawa kue. Memanfaatkan waktu istirahat untuk tidur diruang kelas.

More

Hidup dan temannya..

Pertama kali melihat pasien meninggal di ruangan.. huff.. susahnya menahan tangis.. sampe berkaca-kaca aja sih, kepala saya ditepuk sama dokter jaganya. “sudah.. mulai sekarang harus dibiasakan…”,sahutnya.. sampai datang tempat jenazah itu..

Saat ini sedang jaga di Interna, tapi bukan coass sih.. Kepanitraan Klinik Remaja (KKR). Hanya melatih anamnesis dan pemeriksaan fisik pasien. Observer lah.. Seperti film LOVE ACTUALLY, yang latarnya ada di Bandara, ternyata di Rumah Sakit kurang lebih sama. CINTA.. yah.. CINTA, meskipun berselimut dengan air mata..

on duty..

on duty..

Terbiasa.. yah, terbiasa.. sepertinya masih perlu adaptasi. Masih belum bisa melihat raut seseorang kehilangan orang yang disayanginya. Tadi keluarganya sampai histeris 😦 aku hanya bisa gigit bibir menahan tangis.. “jadi dokter harus ber-empati, tapi jangan ber-simpati…” entah kata siapa aku tidak bisa mengingatnya…

Beberapa menit kemudian.. datang lagi pasien anak-anak kejang. Ayahnya sibuk menenangkan anaknya. Ibunya memegang tangannya. Semuanya pasti berharap akan baik-baik saja..

Ah.. kukira aku tidak sanggup melanjutkannya… beratnya kehilangan seseorang, aku tidak tahu rasanya.. Tapi rasanya (sepertinya) aku tahu..

sometimes everythings felt unfair.. Cintailah selagi bisa.. Somebody need yOu..

New Life begins

Ruang Kuliah
Ruang Kuliah

Ouch.. Hari terakhir libur panjaaaaang.. hikhik sedihnya.. Meninggalkan semua rutinitas saia 2 bulan terakhir ini.. Makan, tidur, nonton film, bermalas-malasan. Dimulailah pagi-pagi berlari ke kamar mandi sekedar untuk mandi [loh?] melintasi jalan raya yang kini semakin ramai saja di Bali [sepertinya efek klo motor bisa kredit dengan biaya yg kecil he3]

Masuk kuliah lagi.. Rasanya deg-degan entah kenapa.. Rasanya seperti balik ke jaman SD sewaktu diajak tamasya, sibuk ga jelas, ga bisa tidur.. terlalu excited ha..ha.. Bodohnya.

Meninggalkan kampus nan megah di Sudirman ke Rumah Sakit. Huah, menimba ilmu dengan banyak pasien. Semoga bisa menjadi dokter yang baik… Doakan ya kawan

Jas Putiiiiih… Tunggu saiaaaa..

P.S tolong bangunkan saia pagi-pagi =p

Sekilas Info : komentar saya bgtu masuk rumah sakit, ternyata banyak hal-hal yang sering terlewatkan, ternyata.. susahnya orang2 yang mengurus Jamkesmas, dan jd dilema karena ga bisa bantu apa2.. hiks.. hah, dualitas hidup.. Rwa Bineda kalo orang Bali bilang..

Aura di rumah sakit… Aura makan!! ha..ha.. gilaaaa.. kelaperan mulu, dan sebagai mahasiswa saya merasa diperas. Mahal euy! Dan saya jadi merasa tidur itu penting, entah kenapa karena lelah berkeliling mungkin..

udah ah…

gRoookzz..gRokkz…ZZzzz..zzz…. (_ _) zzZz…