Tanpa Batas

Aku pernah salah, berusaha mengenali hatiku, dan berpikir yang hatiku inginkan. Kali ini aku hanya ingin bertahan, atas apa yang aku percaya dan inginkan hari ini.

More

Advertisements

Another Fiction Letter

hanya aku..” Kutunggu satu purnama lagi…”

Ctak..ctak.. Hari itu tak kunjung tiba. Lelaki itu tetap ditempatnya, menunggu seperti biasanya. Tidak ingin beranjak, mekipun perempuan itu tak kunjung datang. Hanya mata yang beradu, sesaat lelaki itu mematikan rokoknya. Tersenyum tipis seperti biasanya.

Ah, mata yang teduh.. tersimpan berjuta mimpi yang akan dipenuhinya kelak bersamaku nanti.

Dear Nanang, sudah lama aku tak bersurat padamu. Kuceritakan lagi satu kisah hidupku yang mungkin sudah kau tebak begitu surat ini sampai padamu. Dia masih disitu, ditempat yang sama. Kadang sambil membawa buku, dikala hujan dia memesan secangkir kopi panas. Sesekali melirik keluar, ditempat biasanya aku datang. Sering aku melihatnya dari kejauhan, dia masih disana. Susah sekali Nang, kali ini aku yang bego! Kukira engkau telah menerima surat darinya juga. More