Delirium

(Driving…….)

Lampu merah :

“aduh… sudah jam 7.30..” katanya sambil melirik jam…

Trotoar (Seorang ibu dan anaknya) :

“ibu… hari ini di sekolah ada pelajaran nyanyi.. adek mau nyanyi balonku aja yah?”

“wah, ayoo. coba adek nyanyi sekarang, ibu pengen denger…” sahut sang ibu sambil tersenyum..

(ah.. sudah hijau…. driving slowly..)

Rumah Sakit :

“ya tuhan… aku pernah diberikan cobaan yang sulit, kali ini datang lagi, berikanlah hambamu ini kekuatan”, ujar kakek yang duduk di lorong rumah sakit sambil menggenggam tangan istrinya..

“Ah..hari ini panas sekali, tp koran harus habis.. kerja lagi..”, menyeka keringat berlalu sambil menjajakan koran

“hhhh…aduh…sabar ya nak hmmm… hhh…”, si Ibu menghela nafas berkali-kali sambil menggendong anaknya masuk ke poli Anak

“bapak..bapak…cepat sembuh… sungguh tidak tega melihatmu begini..”, mengipas-ngipaskan kertas ke tubuh bapaknya yang lemah karena stroke

“wah..Anak kedokteran.. senangnya bisa kuliah, seandainya aku lebih beruntung, sudahlah..”, ungkap anak muda 1 yg bersandar pada dinding sambil bersidekap

“..baru saja berakhir, hujan di sore ini, menyisakan keajaiban, kilauan indahnya pelangi..“, anak muda 2 mengalun lagu yang didengarnya dalam headset yang menemaninya dari pagi tadi

“baru No.urut 68.. Ck.. masih lama..”, ujar ibu itu sambil mengedarkan pandangan ke  sekeliling ruangan

Di kantin Rumah Sakit :

“ah.. jadwal operasi dua jam lagi…” kata dokter Sp.B itu sambil sesekali melihat jam tangan..

“hmm.. hari ini jaga.. melelahkan…bikin status, responsi besok pagi”, dokter muda kali ini..

“hihi, iya loh.. dokter anu lucu banget deh.. gyahahaha… bla..bla..bla..”, sekelompok dokter muda perempuan ber-gossip

Semuanya berlalu dalam diam.. Hanya.. aku suka memperhatikan orang yang sedang melamun, bengong.. kira-kira.. sedang berpikir apa mereka? akhirnya aku pikir apa yang mereka sedang pikir.. mencoba mem-visualisasikannya raut wajah..lewat sikap.. semuanya sibuk dengan pikirannya masing-masing hihi..

plok..plok.. pundakku ditepuk..

“Lagi mikirin apa kamu? kok senyum-senyum sendiri?” kata temanku..