Kau dan Aku :)

WsPagi yang dingin. Masih saja aku berdiam diri di dalam mobil yang menghangatkanku.  Diluar hujan sangat deras. Berlari-lari kecil aku melintasi taman itu. Tempat kita pernah duduk berdua. Bahkan hujanpun enggan berhenti ketika aku duduk disana. Hah, tak tahan dengan dinginnya, kembali aku masuk ke dalam. Kukeringkan sisa air hujan yang menetes dari rambutku.

Tersenyum…

Kunyalakan mobil, kembali menarik diri ke dunia nyata. Tertawa.. Sungguh susah berada disini. Kemanapun ada saja tempat yang kita datangi. Di pojok meja itu, jalan itu, pantai itu, traffic light (ngapain ya kita? haha) hanya sekedar mencari suasana baru, ngobrol, berceloteh tentang panasnya hari ini, kegiatan hari ini, dan berjanji besok akan bertemu lagi. Padahal di tempat itu juga sering kuhabiskan waktu bersama teman-teman. Terasa sangat menyebalkan melewati jalan yang harusnya biasa-biasa saja. Tapi apa daya.. mau ke kampus, jalan itu, pulang kerumah lewat jalan itu.. Rasanya semua tempat pernah kita datangi.  Tak ada waktu untuk menghindar. Dan tak mungkin aku mendekam di kamar sepanjang hari. Karena sesungguhnya kau tak pernah pergi. Jadi kubiarkan saja sisa hari ini dengan hadirmu.

Aku hanya bisa tertawa pasrah, saat kau datang dan menciumku.

Ws

PS. HAPPY VALENTINE day ya kawan-kawan.. ^^v

23.01.2009

Aku biasa menikmati suasana ini..Pagiku lenyap.. Malamku terjaga.. Aku selalu terlibat. Ingin pergi dari hiruk pikuknya.

Malam ini aku akan terlambat pulang, entah, mungkin juga tidak pulang. Ada perhentian yang panjang. Mungkin aku lupa jalan pulang. Tak sanggup aku mencari jejak yang kutinggalkan tadi pagi. Mungkin juga sudah terhapus hujan. Seperti hujan juga menghapus lukaku yang kian menganga. Perih tak terperi.

Engkau selalu mempesona. Haruskah kujemput lagi?

———————————————————————————————-

“Pagi berlalu lagi..

Membawa sisa-sisa rindu

seperti mendung itu

itu tanda langit rindu bumi

Jangan cemburu pada hujan pagi

Lebih baik kita berpeluk

Sebab ketika kita berangkulan

Ada kemesraan, ada kekuatan, ada kedamaian, ada kebersamaan, ada keberduaan, ada rasa kantuk, ada sedikt mabuk, ada kedamaian, ada rasa syukur, ada kedamaian, ada semuanya,

Termasuk cinta…”

(Arswendo Atmowiloto : Novel “Kau Memanggilku Malaikat”)

*untukmu malaikatku*

Another Fiction Letter

hanya aku..” Kutunggu satu purnama lagi…”

Ctak..ctak.. Hari itu tak kunjung tiba. Lelaki itu tetap ditempatnya, menunggu seperti biasanya. Tidak ingin beranjak, mekipun perempuan itu tak kunjung datang. Hanya mata yang beradu, sesaat lelaki itu mematikan rokoknya. Tersenyum tipis seperti biasanya.

Ah, mata yang teduh.. tersimpan berjuta mimpi yang akan dipenuhinya kelak bersamaku nanti.

Dear Nanang, sudah lama aku tak bersurat padamu. Kuceritakan lagi satu kisah hidupku yang mungkin sudah kau tebak begitu surat ini sampai padamu. Dia masih disitu, ditempat yang sama. Kadang sambil membawa buku, dikala hujan dia memesan secangkir kopi panas. Sesekali melirik keluar, ditempat biasanya aku datang. Sering aku melihatnya dari kejauhan, dia masih disana. Susah sekali Nang, kali ini aku yang bego! Kukira engkau telah menerima surat darinya juga. More