3 Cinta 1 Pria

Novel yang sedang aku baca, karya Arswendo Atmowiloto (tahu Senopati Pamungkas kan?). Begitu melihat review’nya di koran, aku langsung meluncur ke Gramed terdekat unruk mencarinya.. hehe

Bong yang jatuh cinta pada Keka, lalu Keka kecil lahir, yang juga tertarik dengan Bong. Keka generasi ketiga pun jatuh cinta pada Bong. Bong pernah berkata pada Keka, “Kalau nanti kita kawin, bukan berarti aku mengharapkan kamu berubah menjadi ibu anak-anak kita, atau menjadi penyedia makanan, atau penunggu pintu malam hari, atau menyukai lukisan. “Bukan. Kita kawin, karena kita percaya dalam tidur, mimpi kita bisa tetap berlainan.”

3 Cinta 1 pria

3 Cinta 1 pria

Lagi-lagi dibawa hanyut oleh novel ini.. mengalir begitu saja.. lagi-lagi tersentak, seketika kemudian melebur didalamnya. Benar, Cinta memang tidak menuntut tahu banyak atau sedikit, menikah atau berpisah, nenek atau cucu… Absurd..spontaneous..tidak tahu kapan datangnya. Kebetulan itu..

“Hanya orang yang paling kamu cintai yang bisa membuatmu patah hati… Itulah harmoni.”

Ah.. biarkan saja mengalir… 🙂