DoLang (Dokter Petulang) 2

Karangasem dikala tak gersang..

Karangasem dikala tak gersang..

Day 3

main-main duluHoaaaahm.. pagi ini agenda kami adalah Pemasangan Tugu, Penyuluhan ke SD dan Penelitian. Sebelum itu kami menyempatkan diri mencari keringat sebentar, bermain futsal dengan bola voli di lapangan desa terdekat. hehe. Menyenangkan, itung-itung mepererat kami dengan suasana desa, sehingga membuat kami semakin betah.

gali lubang tugu euy..Kegiatan sebelumnya adalah menggali lubang, untuk pemasangan tugu sebagai tanda mata meninggalkan jejaka-jejaka eh? jejak-jejak manis kami di desa itu. 🙂

ini lho tugunya.. maav, nutupin dapil Caleg.. peace^^

KERSOSKES XXV

Setelah menimba air untuk mandi, dimulailah kegiatan MCK masing-masing untuk bersiap-siap menuju SDN 1 Dukuh. Cuaca yang mendung di Karangasem ternyata tidak membuat surut niat anak-anak untuk sekolah, kalo kami mungkin akan meringkuk di balik selimut sampe siang.. hehe.. Rata-rata anak-anak disana berjalan kaki kesekolah kurang lebih 10 Km. Bila beruntung ada truk pengangkut yang membawa mereka keatas sampe sekolah. Maklum, sekolah letaknya diatas.

Kami disambut oleh bapak guru dan beberapa murid kelas 4,5, dan 6 yang akan menjadi target penyuluhan kami. Penyuluhan kami salah satunya tentang “BAHAYA MEROKOK”. Mulailah kami melakukan diskusi 2 arah untuk melibatkan anak-anak dalam menjawab pertanyaan kami dan semakin mempermudah anak-anak untuk memahami. Mulailah teman-teman saya bertanya “Ayoooo adiik-adik, siapa yang tau bahaya merokok? dapet hadiaaah looohh!!”,ungkapnya. Terlihat satu orang mengacungkan tangan. Lalu segera saja dia menyebutkan “Merokok… uhm.. dapat menyebabkan Kanker, gangguan jantung….. apa ya? merokok dapat…lupa!” (wah, iklan sekali anak ini). “Kok tau dik?”, kata teman saya. “iya,, ibu saya jualan rokok..”, ungkap anak itu dengan polosnya.

siapa yang bisa jawaaabb?Setelah mendapatkan hadiahnya, teman saya melanjutkan pertanyaannya. “Sekarang siapa yang bisa menyebutkan 2 jenis perokok?”, tanya teman saya. Mulailah banyak yang ingin menjawab karena mendapatkan hadiah dari kami. Akhirnya satu orang anak maju dan menyebutkan “Sampoerna dan X-Mild”, katanya dengan bersemangat! Gubraaaakz… huahahaha.. “Adik-adik sekalian, jenis perokok ada dua, SATU perokok Aktif, DUA Perokok pasif, tapi gpp, karena sudah berani maju, kita kasih hadiah.. tepuk tangan semuaaaaaa”, saya melanjutkan. hehehe.  Penyuluhan berlangsung cukup menarik, karena melihat anak-anak tersebut antusias (semoga bukan hanya karena hadiahnya =p). More

Another Fiction Letter

hanya aku..” Kutunggu satu purnama lagi…”

Ctak..ctak.. Hari itu tak kunjung tiba. Lelaki itu tetap ditempatnya, menunggu seperti biasanya. Tidak ingin beranjak, mekipun perempuan itu tak kunjung datang. Hanya mata yang beradu, sesaat lelaki itu mematikan rokoknya. Tersenyum tipis seperti biasanya.

Ah, mata yang teduh.. tersimpan berjuta mimpi yang akan dipenuhinya kelak bersamaku nanti.

Dear Nanang, sudah lama aku tak bersurat padamu. Kuceritakan lagi satu kisah hidupku yang mungkin sudah kau tebak begitu surat ini sampai padamu. Dia masih disitu, ditempat yang sama. Kadang sambil membawa buku, dikala hujan dia memesan secangkir kopi panas. Sesekali melirik keluar, ditempat biasanya aku datang. Sering aku melihatnya dari kejauhan, dia masih disana. Susah sekali Nang, kali ini aku yang bego! Kukira engkau telah menerima surat darinya juga. More

Ibu terhebat di dunia..

)

Selamat hari ibu 🙂

If I Were a Boy..

Perasaanku sedang kalut saat ini, apa pengaruh PMS sedang melanda, ga tau juga ya.. Wanita kadang suka menjadi sensitif, dan temen-temenku yg laki-laki biasanya akan mengeluh karena pacarnya cerewet hehe.. jadi inget lagunya Beyonce “If i were a boy”

ah.. setelah menerima sms-sms ga penting itu.. sudahlah. why should i care?!

Akhirnya sembahyang di Jero, datang lagi smsnya “emangnya Gie.. akhirnya kita akan sampai pada hari yg biasa”,bunyi smsnya.
“Bukan Gie.. tapi Wie..”, balasku saat itu.

huff.. Things wouldn’t be so confused!!
Habis sembahyang, tiba-tiba ada suara membuyarkan lamunanku.. “Ida sareng sire meriki?”, katanya dengan senyumnya yg teduh
ah.. ternyata nenek..
“peragan tiang Gung Nini.. sampun kenak mangkin?”
“Alihang jebos Gung Nini juuk siki…”, katanya..
“nggih.. jantos dumun nggiihh…”,
hehe.. aku tertawa, lalu mengambilkannya jeruk seperti biasanya.
Sejenak melupakan yg sudah-sudah..

nenek dan cucunya..

nenek dan cucunya..

Hujan….

malu pada hujan..

Senin lalu…

its raining.. love it

its raining.. love it

haha.. lagi-lagi saya melakukan hal bodoh..
Hujan yg turun deras akhir-akhir ini membuat ngantuk, sayang saya harus kuliah. Meskipun dingin dan lebih menyenangkan meringkuk ditempat tidur.

cepat saja.. saya sampai di R.S… hujan turun dengan derasnya. Lalu saya celingak-celinguk cari payung..”ah, ga ada ya…”, pikir saya.. ck.. gimana nih.. Akhirnya saya memutuskan untuk berlari ke ruangan kelas.. lumayan 100m dengan hujan sederas ini, pasti basah, kecuali lari! mikir… hmm.. ok! saya lari saja..

keluar..kunci pintu.. lari.. dengan tas diatas kepala, waw.. deras.. masih lari.. ditengah jalan, disenyumin orang.. saya senyum balik.. lalu ada lagi yg senyum, saya nyengir aja [GR wakakak..] meneruskan lari (sambil tas masih melindungi kepala) nunduk. Saya langsung berhenti. Hujan masih deras. Tapi saya ga peduli. sampai saya sadari oh, My God!! sepatu saya beda!! !@#^%$&&*!!! A.s.t.a.g.a satu coKlat satu putih!!
Otak saya dipaksa berpikir cepat, aaarrgghh, balik aja.. ada sepatu lagi dmobil. Akhirnya, sambil menahan malu pada hujan dipagi itu, saya balik.. baju udah basah.. hiks.. akhirnya lari lagi buat ganti sepatu. Udah kuyup saya, ga cuma basah aja.. Sampe dikampus, diketawain temen2.. huuuh..[saya ga akan lupa bawa payung lg!!] sampe sekarang masih suka diledekin temen. “wiiihh… bawa payung dia loooh.. sepatunya bedaaa ga yaaaaa”.

Malu sama hujan, malu sama orang-orang.. haha
berharap ada yang bilang…
“Lihat cewek kehujanan dgn sepatu beda itu? itu pacar saya” =)

lalu saya mulai menyukai hujan seperti biasanya..

Selamat Hari Pahlawan kawan…

Social work

Social work

Tanggal 9 November 2008 lalu, saya mengikuti Pelayanan Kesehatan (Yankes). Berangkatlah saya dengan ketidaktahuan saya mau ngapain aja hari ini, saya meluncur kekampus jam 06.00 pagi (masih ngantukpastinya). Sampai di kampus, saya tanya panitia sana sini, tidak ada yang tahu siapa yang melaksanakan kegiatannya, dalam rangka apa, dsb. Yang jelas Yankes dilaksanakan di Blahkiuh, Abiansemal. cuma itu! Setelah sampai disana, kami disambut oleh bapak-bapak yang menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ternyata dulu beliau seorang pejuang… Banyak hal yang dibicarakan, mulai UU pornografi (kelihatan sangat berapi-api) saya cuma senyum-senyum saja. Lalu protes eksekusi Amrozi “Dulu ya, mayat-mayat bergelimpangan di bale, sekarang mayat mereka saja diangkut pake helikopter…” ungkapnya. “Saya mengadakan kegiatan ini, murni tidak ada campur tangan politik.. ingat ya! sama sekali tidak..ini murni serangkain Hari Pahlawan 10 November nanti.”tambahnya.

Sedang berbincang dengan Bagus Ngurah Rai, salah satu pejuang

Sedang berbincang dengan Bagus Ngurah Rai, salah satu pejuang

More

Ceritakan Padaku

Ini.. Pantai.. Untukmu

Ini.. Pantai.. Untukmu

Ini.. kubawakan segenggam pasir Pantai Serangan
Tapi entah kenapa, selalu saja lepas disela jemariku

Kurasa aku menggenggamnya terlalu keras..

Ini.. kubawakan engkau langit biru lengkap dengan mataharinya
Tapi entah kenapa selalu ditutupi awan ketika itu

Baiklah, kucari saja cerita tentang kita
Tapi tidak pernah ada

Akhirnya aku memutuskan untuk pulang dengan sepedaku tentunya..

Menyimpan semua dengan mataku
Untuk kuceritakan padamu

Berhenti sejenak

The rain has gone

The rain has gone

Sungguh mati..

aku tergila-gila padamu

Setengah mati..

aku tidak perduli akan dunia yang berputar berbalik arah

akan gerhana bulan yang datang tadi malam

“pandanglah aku dari kedua sisi…” ungkapnya

“seperti melihat botol yang berisi setengah air…..”

“Oh… botol itu hampir penuh…”

“atau berpikir air didalam botol itu akan segera habis…”

berhenti sejenak.. (aku menoleh padanya)

-Lost My Memory-

Hah, kehilangan sesuatu, atau merasa kehilangan itu memang tidaaaakkk menyenangkan… Ingin rasanya seperti kOmputer, kalo pingin mlupakan seSuatu tinggal di delete. delete. delete all. delete all memories.

Tapi suatu masalah kata Gde Prama adalah vitamin kehidupan. Apapun yang diberikan tuhan baik. Sehat itu baik, sakit pun baik. Karena yang memberikan semua adalah tuhan. Tapi saya malah sepertinya kelebihan koNsumsi vitamin he3. Enaknya kalau bisa yang ada hanya kenangan baHagia, perasaan yang bahagia, tapi sepertinya saya terlalu egois! haha

“Why is everything so confusing

Maybe I’m just out of my mind”

Lost sumting, pasti ga ada lagi kita ktawa-ktiwi ga jelas, sekedar Sms membicarakan hal yang ga penting, memanfaatkan gratisan,he3.. curhat… huwhuw.. teman2ku yang genDud, teman2ku yg seNasib sama2 terjajah oleh cinta, Kamu harus cepat pulang!! aku sedang kesusahan mengurus hidupku. Setidaknya ada kalian… Terlalu banyak kejadian-kejadian buruk yang kadang masuk lagi ke dalem mimpi. Repot juga. Pantes banyak oRang memilih mabookk untuk melupakan masalah [anyway, tambah ngebanyakin keRjaan dokter! ha3]

“Hidup penuh dengan liku-liku perjalanan, ada saatnya diatas kemudian terjun bebas ke dasar jurang. Kadangkala ke kanan dan bukan tidak mungkin lari juga ke kiri. Seperti roda pedati yg kadang di atas dan kemudian di bawah dengan perasaan yg jauh sangat berbeda.”

Ketika saYa belajar menepikan rasa kehilangan ini, saYa ternyata kurang mensyukuri apa yang telah saya miliki saat ini. Banyak hal yang dirubah Sang Pencipta ini kepada diri saya tentunya lewat jalan-jalan lain yang menuntun saya kembali. Saya bertemu banyak Orang yang memberi sayA pandangan denGan cara yang berbeda, dengan pikiran yang berbeda. Sering saya heran dengan permasalah saHabad yg kadang sangat penuh pengaruh “perasaan” kewanitaanya seHingga semua semakin diNamis, dilematis bahkan kadang traumatis. Kadang setiap hari berganti dari toPeng yang satu ke topeng yang lain. Entah kenapa saya meRasa masih mengenalnya. Tapi kadang kehilangan rasa itu.

Saya merasa sangaaaatt kehilangan sesuatu. Sangat! adakah yang menemukannya? kembalilah…

Ternyata saya hanya kehilangan pikiran saja.

Lupa!

-No Title-

Sebenarnya kenapa malam

Senja dihitung tinggal hari

Dipelupuk mata kita berada

Sampai mati di hari ini

Hembusan angin di dermaga

Tak henti-hentinya kau berlayar

Jauh di sisi sana

Aku menatapmu

Yang aku butuhkan kesetiaan

Yang kau butuhkan kepastian

Yang aku butuhkan pengertian

Yang kau butuhkan kebebasan

Maka pergilah…

Previous Older Entries Next Newer Entries