Kehidupan Seputar Kampus

yaaaahhh… ini dia, Grup Diskusi di kampus saya yg kali ini sudah mencar karena reGrouping hiks..

tapi 2,5th itu sudah cukup membuktikan, kita membuat keluarga kecil dikampus yang bahagia dengan ‘walek2an’ dan ejekan.

kita angkatan 2005 ‘DIMORPHIX FK UNUD’

Saya Perkenalkan kandidat pertama :

Pacul : Nama aslinya Angga. Orangnya suka Gawat bgt bilang belum belajar, tapi begitu kerumahnya, udah berantakan dibaca semua tuh buku. Dulu juga kelas percepatan di SMansa denpasar. yang bercita-cita menjadi dokter spesialis kepala. Terbukti dari betapa besar kepalanya saat ini. Temanku yang satu ini sudah jomblo 19th. Kasian.. ck..ck.. terlalu besar kepala sih.. Punya affair dgn beberapa cewe. piss!

Bayu Otot : Sangat terobsesi membesarkan otot-ototnya. Hanya bisa dicari di tempat Gym dan Gamers bgt, bisa sampe subuh. Disamping perawakannya yg sangar, ternyata punya hati melankolis. He.. jgn pernah kasi dia lagu Peter Pan. Bisa pecah meja dikampus digebukin sama dia.

Rio Ndut : Jejaka single ini doyan sama ‘ehm’ piss yo! Rio sangat banyak kelebihannya terutama lemaknya hehe. Sangat susah kalo diajak pergi, tapi kalo diajak belajar kelompok pasti mau. Dia punya hobi fotografi.

Rakhe : Nama lengkapnya Rakhe Genatra Sardeva, ada mirip sama india2 gitu ga? Lelaki ini sangat suka angka ‘2’ ga tau kenapa. Tinggal di celuk, dan dia baru punya pacar.. he, senangnya 2x.

Ririn Sihombing : Nah, ini dia best-buddy di SGD, selain karena aga bermasalah sama rambutnya. Gadis yg sudah 19th menjomblo ini juga Asli Batak!! Bisa dilihat dari gaya makannya yg uh.. kalah deh cowo2. Jangan heran kalo dia sering salah bawa materi ke kampus, itu sudah biasa. Dan masih banyak lg kebodohan2 yang dibuat. Tapi meskipun umurnya kecil, dia dewasa banget, tempat curhat yg OK!!

Prof. Wita : Ini sih gudangnya jawaban kalo lagi diskusi di SGD, senang membantu teman dengan terjemahan2 dan catatan yang suppeeerr lengkap. Telah berjasa banget dalam lulusnya anak2 satu angkatan hehe.. Lulus terus boo.. hebat! Tapi setelah terkontaminasi dengan ‘kita’ wita jadi jarang buat catatan. Hiks. Ternyata bukan kita yg berubah jadi rajin tapi terbalik. Hehe Mama 1 kita. Sangat suka film Korea.

Rini : ini juga termasuk salah satu yg rajin diskusi. Ngomongnya halus banget, dewasa, tapi kadang juga bisa nge’walek temen. Rajin juga kalo ngerjain tugas2 kelompok. Dan ini Mama ke 2nya kita.

HamZa : Ini karena efek kelebihan steroid loh, karena itu mukanya moon face, hehe. Ini Papa di sgd, dengan celetukan2 yang ga nyambung dengan obrolan atau diskusi. Maka disebut ‘Rambler’.

Diah : ini sekretaris di SGD, kalo ada pertanyaan pasti dia yg nanya. Lo? Hehe soalnya yg lain pada low Profile buat nanya ma dosen. Doi jg suka bawa kue kekampus, selain tentunya cepet habis karena anak2 pada busung lapar semua.

Dendy : Ini sih movieHolic juga sama kaya saya, hehe. Suka bgt sama SUM 41, dan dia yg paling kuat begadang tiap hari sampe jam 4 pagi. Gilee.. afalan anatomi habis dilahap sama dia. Necis gayanya dan maskulin.

Ketika Ujian Datang, Hatiku Bertanya

Ujian, tapi entah kenapa rasanya enjoy saja ngejalaninnya. Padahal pelajaran sekarang jauh lebih ‘menyeramkan’ bila dibandingkan semester lalu.

Mungkin karena materi sekarang jauh lebih dimengerti, atau dengan tata cara dosen klinik yg to the point cara mengajarnya. Tapi kadang saya merasa ini sudah tahap akhir dari stress saya ketika saya sudah tidak bisa lagi dihinggapi perasaan sakit perut menjelang ujian, ataupun tidur ga’ nyenyak sehari sebelum ujian. Kadar stress saya yang akut apa bisa dibilang membuat saya pasrah dalam menjalani semua hal. Mungkin. Ada yang bilang stress itu vitamin kehidupan. Mungkin saya harusnya sudah keracunan vitamin saat ini.

Ketika ujian kembali datang, rutinitas sistem kebut semalam tidak pernah saya jalani lagi. Belajarpun hanya seadanya. Berharap durian runtuh [ada residen yang datang ‘ngasi kunci jawaban sambil pura-pura mengawas ujian] boleh juga tuh. Tapi mungkin hanya di satu stase bagian tertentu. Enak juga.

Tapi apa esensi dari menjadi dokter sendiri? Seenaknya mendapatkan jawaban dengan mudah, apa karena itu Ibu Siti Fadillah S. mengadakan Ujian Kompetensi dokter karena tidak yakin dengan lulusan daerah sehingga perlu menguji dokter-dokternya yang kuliah hingga 6 tahun [sekarang 5 tahun, hebat banget].. ambil spesialis 4 tahun.. PTT 3 tahun. Betapa malangnya nasib saya….

Jadi, masih merasa jadi dokter itu enak? semakin lama  saya lupa ingin menjadi apa. Karena lagi-lagi disetiap ujian pun saya selalu  tidak bisa menjawab.

Saya mau jadi apa ya?

Pelatihan Blog FK

Huff.. setelah banyak buku-buku BLog ataupun yang sekarang ini sudah ‘tenar’ karena blog’nya banyak dibaca orang hingga dijadilkan sebuah buku, menantang saya untuk mencoba hal baru disini. Untungnya di Lembaga Pers Mahasiswa PCYCO FK UNUD ini membuat terobosan baru bekerja sama dengan Bali Blogger untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan tetang cara membuat Blog, sampai dengan cara mengelola Blog.

Next Newer Entries