Lelaki-Lelaki Pendusta

Lelaki-lelaki pendusta

Lelaki-lelaki pendusta

Ini novel Ajik (ayah) saya.. entah dari kapan, saya jadi tahu kalo ajik suka baca buku juga. Saya kira cuma bisa karaokean lagu Radja hahaha. Iseng-iseng liat buku-buku ajik, trus tertarik pada judul bukunya “Lelaki-Lelaki Pendusta” karya Redi Panuju.

Sebuah fiksi, menceritakan seorang bangsawan Destarata yang buta tapi memiliki banyak anak Kurawa, imajinasi, dimana seorang laki-laki baik malah terhempas kedalam cerita ini. Hakim Loyosonto yang tersedot bagai gaib terdampar di Negeri Diatas Angin. Negeri yang penuh ironi. Jebule, jaksa di Indonesia yang terkenal sangat gigih memberantas perselingkuhan terhempas badai gaib hingga jatuh di Negeri Astina, bertemu Bisma.

Lucu, membayangkan Durna bercinta dengan Dewi Wilutama yang menjadi seekor kuda. Prabu Sentanu yang tak mampu menahan kesedihannya ditinggal Dewi Durgandini, sehingga Bisma mencarikan istri untuk ayahandanya, bahkan sampai Brahmacari (tidak menikah seumur hidup) hingga mengikuti sayembara dan memenangkan ketiga putri Prabu Kasandra, yakni Dewi Ambalika, Dewi Amba dan Dewi Ambika. Bisma pun ingin kuliah di universitas Jebule untuk mempelajari pewayangan agar tidak sampai terbunuh oleh Srikandi.

Overall, buku ini bagus, penuh imajinasi dan ironi.

Selamat Membaca 🙂

3 Cinta 1 Pria

Novel yang sedang aku baca, karya Arswendo Atmowiloto (tahu Senopati Pamungkas kan?). Begitu melihat review’nya di koran, aku langsung meluncur ke Gramed terdekat unruk mencarinya.. hehe

Bong yang jatuh cinta pada Keka, lalu Keka kecil lahir, yang juga tertarik dengan Bong. Keka generasi ketiga pun jatuh cinta pada Bong. Bong pernah berkata pada Keka, “Kalau nanti kita kawin, bukan berarti aku mengharapkan kamu berubah menjadi ibu anak-anak kita, atau menjadi penyedia makanan, atau penunggu pintu malam hari, atau menyukai lukisan. “Bukan. Kita kawin, karena kita percaya dalam tidur, mimpi kita bisa tetap berlainan.”

3 Cinta 1 pria

3 Cinta 1 pria

Lagi-lagi dibawa hanyut oleh novel ini.. mengalir begitu saja.. lagi-lagi tersentak, seketika kemudian melebur didalamnya. Benar, Cinta memang tidak menuntut tahu banyak atau sedikit, menikah atau berpisah, nenek atau cucu… Absurd..spontaneous..tidak tahu kapan datangnya. Kebetulan itu..

“Hanya orang yang paling kamu cintai yang bisa membuatmu patah hati… Itulah harmoni.”

Ah.. biarkan saja mengalir… 🙂

Ayu Utami kena Sidang Susila

Beberapa bulan lalu saya habis membaca buku karya Ayu Utami, yang kali ini berisi tentang Naskah Komedi dan Catatan Perihal RUU Pornografi. Manusia itu sama seperti gunung, didalamnya ada lahar yg menggelegak, begitu jg manusia yg didalamnya banyak terdapat energi2 agresif..

“Buah dada itu tidaklah cabul. Sesuatu yang indah dan sensual itu tidak berarti cabul. Lihatlah, anak-anak bisa melihat keindahan payudara tanpa membuatnya jadi berdosa. Kitalah, orang dewasa, yang membuat payudara menjadi cabul, baik dengan cara mengeksploitasinya habis-habisan, maupun dengan menutupinya habis-habisan. Baik dengan menjadikan payudara tontonan, maupun dengan melarang payudara menampakkan diri sama sekali. Kitalah, orang dewasa yang membuat payudara menjadi tidak wajar”. seperti yang disebut dalam buku.

Disini diceritakan ttg seorang pria gemuk, yang tanpa sengaja membuka baju karena gerah.. tapi ditangkap oleh polisi karena melanggar norma susila yaitu mempertontonkan puting susu didepan umum, yang mana menurut UU Anti Pornoaksi dan Pornografi pasal 25 ayat 1 “Setiap orang dewasa dilarang mempertontonkan bagian tubuh tertentu yang sensual”

penghukuman akibat tirani Mayoritas..

lalu ada cerita RUU Pornografi yg sesungguhnya… nuansa baru dari Ayu Utami..

Salut.