Bahagia yang Sederhana

Terimakasih untuk hal sederhana yang kutemui pagi hari.. Langit cerah tidak lupa beserta awan..
Untuk setiap hal yang kulihat di pagi hari..
Aroma kopi yang kau seduh, bunga yang kau tanam, dan rumput yang kau siram..
Kicau burung dan Ipod-mu yang saling bersahut-sahutan menyanyikan lagu..

Terimakasih, untuk hal sederhana yang membuatku tersenyum..
Wajahmu yang mendekat padaku,kukira itu ciuman tapi malah sendawa yang kudapat..
Kau yang datang memaki rindu,karena aku terlambat memberi kabar..
Kau dengan pakaian kerjamu, yang menyempatkan diri bertemu denganku..

Terimakasih..
Setiap tempat yang pernah kita lalui, bergandengan tangan erat.. Pantai berpasir, laut biru dan angin yang berhembus kencang, kita duduk sambil menikmati udara laut..
Untuk hatimu yang memberiku tempat meski belum lewat 2 purnama..
Untuk hatimu yang selalu terbuka menyambutku pulang..
Untuk setiap kesepian rindu ini, aku merindukamu 🙂

Bahagia memang sesederhana itu.. Sun sayang 🙂

Advertisements

Mawar Berduri

Aku mawar berduri.

Setiap aku tumbuh, duri-duri merajam luka tepat ditubuhku. Setiap aku bernafas, semakin perih dan tersiksa batinku oleh duri-duri ini.

Aku menguncup, aku takut jika mekar nanti, duri-duri ini akan membunuhku. Tapi kelopak-kelopakku sudah tidak sabar bermain semilir angin diterpa sinar mentari. Seekor ulat merayap perlahan di daunku. “kenapa kau bersedih,bunga cantik?”, tanyanya.

More

PPD 69 – (Dokter Nenggel part 1)

Tidak terasa PPD sudah berjalan 3 minggu. Kami kebanyakan menginap dirumah warga. Kebetulan saya mendapat di Desa Taman Bali bersama 40 teman lainnya di Banjar Guliang Kangin untuk mendata masalah kesehatan yang ada di desa tersebut. Kami tersebar di beberapa desa Taman Bali, yakni Truna, Siladan, Umanyar, Sidawa, Kuning,  dan lain-lain.

foto2 sebelum pembukaan 🙂

More

When I Miss You :)

When I miss you, I smile..

I think about you

I sing a song that you like the most..

I re-read our old conversation..

I try to call you, but after I wrote your phone number, I press any key to stop.

I stare your picture again and again, check your timeline too way often.

I make some note and spend the time write something about you..

I can hardly breathe..

I wish that I was looking into your eyes..

I think I’m insane. But it’s just me missing you 🙂

:: End ::

aku ingin berhenti

“Cinta itu tidak membuatmu bodoh, Ia hanya melumpuhkan logika”  ~ M.T

Aku merasa jauh. Karena kami berbelok ke arah yang berbeda, bertemu orang yang berbeda, melihat hal yang berbeda. Dulu terasa jauh karena jarak dan waktu, entah kenapa ini bukan jauh yang seperti itu lagi. Aku berhenti di persimpangan jalan dan berbalik arah mengikutinya. Ada perasaan takut ditubuhku, karena perkataannya saat itu sudah jelas, “pergilah, pilih jalanmu sendiri”,katanya. Diberikannya aku secarik kertas dan kemudian ia melangkah pergi.  Aku tidak bisa berhenti. Aku ingin berhenti. Aku ingin. Aku tersiksa terus mengikutimu menjadi bayanganmu.

Aku berjalan pelan, berbalik arah dan mengambil jalan yang berbeda. Aku duduk di trotoar membaca suratnya yang diberikan padaku, “Matahariku yang sendu, biarkanlah dunia berputar apa adanya, janganlah sekali-sekali ingin membuat semuanya kembali dan terulang lagi’,tulisnya. Aku menggenggam kertas itu erat-erat. Tangisku pecah, dadaku sesak. Samar-samar kurasakan rangkulan hangatnya seperti dulu, dan aku merebahkan kepalaku di bahunya. Menangis sekeras-kerasnya.

Perempuan itu bernama Wulan, sudah 2 minggu mereka berkenalan dan pergi bersama. Matanya bulat dan rambutnya hitam lurus lebih dari sebahu. Tipe perempuan masa kini menurutku. Sialan. Dia cantik. Aku bergegas turun dan berdiri dibalik tembok saat mereka melewatiku.

Aku sedikit lega, karena Ia menemukan perempuan yang cantik, sedikit cemburu karena itu bukan aku, sedikit marah karena teringat perkataannya tentang masa depan kami, semua yang sedikit-sedikit begitu malah membuat perasaanku campur aduk. Akhir-akhir ini aku cepat menangis. Aku yang sekarang bukan aku yang dulu, aku tidak pernah selemah ini. Aku juga tidak ingin. Aku sangat-sangat merasa jauh saat ini dan itu menyedihkan. Aku melihat pantulan wajahku, dan Oh, aku  terlihat menyedihkan. Aku masih suka mengiriminya postcard mengatakan betapa rindunya aku, dia pasti hanya tersenyum. Memang aku selalu tampak bodoh dimatanya.

Aku lelah. Aku ingin berhenti.

Hai Kamu

ingin menyapamu dan bersamamu setiap hari 🙂

Perjalanan…

Kapan kita dipertemukan.. Kapan kita dipisahkan.. Tidak ada yang tahu.. Perpisahan terus terjadi tanpa kita duga. Pengalaman seorang kawan yang ditinggal meninggal kekasihnya, membuatku sadar bahwa TUHAN yang punya kuasa. ‘Berikanlah aku rintangan yang banyak untuk jadi kuat’, ungkapnya. Perjalanan ini sungguh berat, rela adalah jawaban sementara, bersama adalah bahagia berpisah adalah siksa.

Apa kau rindu? Kurasa tidak.. Biar aku rasakan sendiri. Dan disepanjang perjalanan ini, Seorang kawan pun berpisah karena prinsip.. Apakah tuhan menciptakan kita satu? Kenapa begitu banyak airmata diantara cinta?

Kutengadahkan kepalaku, awan mendung masih menghiasi langitku. Seseorang berkata ‘aku rindu dirimu yang ceria…’. Aku tersenyum.. ‘Aku juga rindu…’,jawabku.

Kami yang bermalam bersama berteduh dari hujan berdiam dalam sepi, sibuk dengan pikiran masing-masing. Dirumah ini ada belasan orang sedang berpesta, bermain kartu, ada yang minum-minum dan bermain Ps. kami berpesta layaknya merayakan kegembiraan.. Sampai kami tertawa mengeluarkan airmata yang tidak mau berhenti mengalir.

Aku rindu.

beberapa kata terinspirasi dari novel empat musim cinta 🙂

Previous Older Entries