:: Racauan Rindu ::

Setiap hari semakin terasa berat, aku sudah mulai meraba-raba hatiku yang kian perih. Mencoba mencari sumber luka yang tidak mudah ditemukan. Ternyata aku tidak menemukannya. Seluruhnya sudah terbawa saat engkau berbalik pergi. Aku sudah hancur sepenuhnya. Jadi tidak mengapa bila tubuhku juga hancur, toh aku tidak akan merasakan apa-apa. Setiap kita berbicara sesungguhnya aku tidak pernah mendengar apa yang kau katakan, karena aku sibuk melihatmu memperbaiki lengan baju, tersenyum dan menggenggam tanganku.

Darimu untukku🙂

Ijinkan aku menulis, cerita kita pagi hari yang diawali dengan kegiatan super sibuk. Aku yang meninggalkanmu terlelap, berjingkat-jingkat pergi untuk mandi. Kau terbangun di pagi hari, dengan serangan fajar menarikku kembali ke tempat tidur, merusak pakaian kerjaku yang sudah rapi. Dan kita bercinta lagi. Di siang hari, karena aku yang tidak bisa memasak, kita pergi karena lapar yang luar biasa. Dalam diam kita masih jatuh cinta. Lalu di sore hari, kadang aku yang menunggumu pulang, tapi ternyata lebih banyak dirimu yang menungguku pulang karena jam kerjaku yang tidak menentu. Aku selalu bergelayut manja di pelukanmu, tidur di pangkuanmu, mengusap rambutmu, dan mendengarmu menceritakan harimu. Malam hari kita sibuk bertengkar soal anak kita nanti, apakah les musik atau les tari yang akan diikutinya. Soal aku yang selalu tidur di dekat tembok, dan berkelakar nama anak kita, dan kau tertawa saat aku memberinya nama “Embun Dini Hari”. Tidur berpelukan hingga dapat kudengar degup jantungmu. Aku ingin diam di hatimu, agar kau tidak dapat memikirkan siapapun kecuali aku.

Aku tidak pernah bosan merinduimu. Karena takdir yang mempertemukan kita. Aroma tubuhmu yang aku ingat masih tetap sama, tangan kita menggenggam erat, tak ingin lepas satu sama lain. Hatimu mungkin pergi, tapi masih meninggalkan jejak. Tubuhmu mungkin pergi, tapi masih terasa hangat. Setiap hari tidak lupa kau selalu mengingatkanku untuk tersenyum seberat apapun luka yang aku rasakan. Aku hanya bisa terdiam, kurasa kau tidak mengerti bahwa rindu tidak punya waktu. Dia bisa datang tiba-tiba. Aku menganut maumu yang ingin sendiri. Memaki hatiku sendiri yang isinya rindu melulu. Aahh… aku mengumpat dalam hati, membenamkan hariku dalam kesibukan hingga aku pulang dan tidur. Dan aku meracau rindu dalam tidurku.

5 Comments (+add yours?)

  1. Bhongky
    Jul 04, 2011 @ 02:20:02

    Mantap dok … kayaknya gw tau sapa tu tokoh yang satunya. wekekek

    Reply

  2. GungWie
    Jul 12, 2011 @ 08:51:39

    wah, ngaco.. hehehe.. inspirasi datang kapan aja, dimana aja :p

    Reply

  3. tami
    Jul 12, 2011 @ 11:31:48

    wew… keren gung wik…😛

    Reply

  4. gungws
    Jul 16, 2011 @ 15:18:36

    wie, jangan diceritain gtu,donk..malu….*dijeratkawatberduri*

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: