pagi,jangan pergi…

Aku ingin mengembalikan waktu, bukan untuk merubah segalanya. Aku hanya ingin melihat bahwa dirinya pernah bahagia. Sampai nanti ketika aku menemukanmu sedang meretas luka aku akan menunggu sampai luka itu mengering. Awan hitam bergelayut manja, meneteskan hujan saat aku duduk menunggu, aku selalu suka melihat senyummu. Meraihku masuk dan mendekap hangat saat hujan deras membasahiku. Bagi jiwamu yang tumbuh dewasa, dan memulihkan semua duka dan luka masa lalu. Dingin. Kuambil sebatang rokok, kuhisap perlahan sambil melihatmu dari dekat. Ingin rasanya kuhapus rasa sedih dan menggantinya dengan tawa. Ketika hidup berjalan biasa- biasa saja, rasa senang mudah sekali terbaca. Kugenggam tangannya tanpa bersuara, menanti pagi datang membawa cahaya. “Pagi,jangan pergi…”,lirihku. Biarkan kebahagiaan selalu mengisi jiwanya yang sedang bertumbuh.

Advertisements

^Partner in Crime^

Ketika teknologi bernama internet ditemukan, kita bisa mengetahui banyak hal dengan bertanya pada Mr.google 🙂 Hihi.. Facebook,tumblr,plurk,twitter dsb ups.. jangan lupakan Friendster yang lebih dulu kita add as a friend J mempertemukan kami makhluk-makhluk imut nan manis tanpa dosa di sebuah jejaring sosial. Kami bertemu di Fs (friendster), dia yang nge-add sih…  ternyata baru diketahui si Ws pengen nge-add kakak kelasnya yang namanya ternyata sama kaya saia *jitak ws* Jadilah kami berteman (dengan berat hati, tapi saia tau kamu senang gung dapet temen kayak saia..wkwkwkwk). Akhirnya kami berjanji untuk bertemu (oh..my dog.. blind date eh, Kopdar..  :p) di puputan.. ehm.. acara apa ya? Lupa. Pokoknya rame banget lautan manusia. Dan susah banget nemuin dia di malam hari dengan modal foto friendster (heloo..sapa tau aja dia pake fake photos.. who knows.. hihi). Akhirnya kami berjanji bertemu disebelah kiri panggung. Shalalalala.. Menunggu…….. kok ga ada yang nongol… Sms! “dimana gung?” .

  More

obgyn on duty

Obgyn ato yang mungkin diketahui bagian kebidanan ato kandungan menjadi salah satu stase terakhir saya di siklus dokter muda 🙂
Saya selama ini masih jadi asisten untuk menolong persalinan. Next pasti partusin sendiri lah 🙂 hehe..
Ingin berbagi cerita, ketika kamu hamil.. Rasanya akan amazing banget. Merasakan bayi nendang diperut, makan untuk 2 orang in case jadi alasan untuk makan haha.. When ur baby born, it feels like ur heart live outside you 🙂
Satu hal saat saya menolong partus (melahirkan) :
(Oeeekk..anggap aja bayi lahir :p )
Saya : “ibuuu, selamat yaaa bayinya sudah lahir..”
Ibu : “cewe apa cowo dok?”
Saya : “cewe bu, sehat, 3000gr, selamat ya 🙂 ”
Ibu : “adduhh,kok cewe sih dok??”
……. Saat itu sy langsung sPeechless..
Masih ya penting cewe ato cowo.. Diluar itu, harusnya bersyukur anak bisa lahir sehat, lengkap tanpa kekurangan sesuatu apapun 😉

BB Attack!!

Saya bukan pemadat.. eh,     pemakai BB (Blackberry) or gadget lainnya.. pertama-tama masih bisa tahan kalo ada yang bilang.. eh, pin BB kamu berapa?? Dengan santai pasti kujawab “pin ATM mau??” hehe.. dari awal lihat bentuknya aja, udah ga tertarik buat make BB. Bayangin dong, tanganku jempol semua dengan keypad BB kecil kaya gitu *sedih

Kedua, belum ada yang sreg dengan kegunaannya selama ini selain sosial networking aja kali ya.. dan segala bentuk keribetannya, dari yang aku lihat temen-temen berebut colokan, batere habisnya cepet banget yah, dipake apa aja sih Hp nya?? *ga habis pikir

More

Hipospadia

Definisi

Hipospadia adalah suatu kelainan bawaan dimana meatus uretra eksterna berada di bagian permukaan ventral penis dan lebih ke proksimal dari tempatnya yang normal (ujung glanss penis).1

More

Profesionalisme diukur dari Sandal Jepit :)

Hati panas saat menerima BBM temen (BB punya temen *nebeng liat* :p ) saat liat Headline koran ini.

Dokter Muda ter-ekspose

Pemikiran saya dengan teman saya oponk dan dokter Deddy andaka mungkin tidak jauh beda 🙂

Well, bagai teguran kepada kami dokter muda yang sudah diingatkan bila ada yg mengatasnamakan “warga” merasa terganggu karena kami memakai sandal jepit.  Padahal saya lebih tertarik dengan Headline koran yang lebih dibawahnya :p hehe

Apakah penampilan merupakan tolak ukur dari isi otak kami dan profesionalisme sebagai seorang Dokter?? Kami bukan pegawai kantoran yang bekerja 8 jam sehari dan setelah itu langsung makan dan pulang istirahat dirumah.

Jam kerja kami (diluar jaga malam) jam 07.00 – 13.00, Kemudian jaga malam dari 13.00 – sampai jam 07.00 pagi keesokan harinya dan masih dilanjutkan dengan jam tugas poli sampai jam 13.00 lagi!! (meskipun kami jaga 3 hari sekali, itu juga jadi lumayan capek). Semakin membaca artikel yang dimuat koran ini. Semakin speechless saya…..

“Tengok saja perilaku puluhan dokter dan dokter co-ass (dokter magang) yang bertugas di RS Sanglah. Bila diperhatikan para dokter di rumah sakit terbesar di Bali ini melayani pasien alakadarnya. Mau bukti? Perhatikan saja penampilan mereka, terutama dari alas kaki. Saat berada di ruang perawatan, IRD misalnya, sulit dibedakan antara ruang perawatan dengan toilet umum”

  • haruskah saya make up dulu, kalo ada pasien gawat dan perlu dibantu tapi sedang nunggu dokternya mandi, berhias.. nantinya terkena cipratan darah.. kemudian mandi lagi.. berhias diri lagi.. ohmygod! Mas, saya sih mau juga tampil YAHUD tiap saat. Hahaha. Oh ya, kalo ga tau ruang perawatan nanti saya tunjukin jalannya. Di toilet ya mas  ga akan ketemu dokter nongkrong disana. Mungkin sekedar BAK iya…

“…….termasuk dokter magang yang hanya berperan sebagai “tukang suruh” dokter berpenampilan ala pengunjung toilet”

  • Sakit hati! Saya sekolah 6 tahun, banyak yang dikorbankan. Termasuk jam tidur. Beruntung masih bisa tidur dan hibernasi 3 jam. Orang lahir ga akan langsung jadi dokter. Itu melalui proses, sebelum jadi dokter semua merasakan yang namanya dokter muda. Kami bukan sekedar masang infus, NGT, RT, nganter pasien CT SCAN dan Rontgen. Disitu kami juga belajar bagaimana menghadapi pasien dan keluarga pasien termasuk edukasi tentang penyakitnya.

Terlepas dari artikel ini yang membahas sandal jepit kami yang tidak bermerk serta warga anonim yang merasa terhina ato diremehkan dengan kami yang hanya memakai sandal jepit  akan saya jelaskan opini saya secara pribadi teknik pemilihan sandal jepit :p hehehe

  1. Sandal jepit nyaman dan memudahkan untuk bergerak
  2. Sandal ini khusus digunakan di areal rumah sakit, bukan jalan-jalan ke mall dan sebagainya.
  3. Tidak penting merk! Yang penting kebersihan sehingga tidak menimbulkan infeksi nosokomial dirumah sakit
  4. Coba tengok ke ruang operasi. Sandal khusus yang kami pakai adalah sandal jepit STERIL! Mungkin lebih bagus dikit dari sandal jepit kami, setidaknya kami diharapkan ke ruang khusus memakai sandal yang bersih.

Sudah cukup ada tanda ini, jangan ditambah kita ga bole pake sendal jepit lagi :p

Jika bentuk profesionalisme kami diukur dari sandal jepit kami, ketika berada di UGD saya akan berikan pasien sandal bukan obat. Kami mungkin masih dokter muda, tapi kesederhanaan dalam berpakaian kami bukan suatu hal yang akan membuat kami menjadi tidak sopan dalam berhadapan dengan pasien. Saran sedikit untuk koran ini mungkin jangan memuat berita opini oleh narasumber yang anonim.

Sip deh, semoga eksemplar naik karena ini. Adios! Hidup Sandal jepit!!!

*btw, saya sungguh salut anda bisa membuat judul yang fenomenal seperti artikel di bawah sandal jepit ini :p

ah.. hanya sekedar iseng, kalo pake pakean kaya gini gimana?? 🙂