Membuang perahu kenangan

Aku kira aku tidak suka membuat kenangan.. Aku pikir membuat kenangan akan menyakitkan seperti saat kita mengingatnya.. Aku masih tidak suka membuat kenangan ketika kutahu ternyata membuangnya adalah hal yang sia-sia. Mungkin karena tidak bisa dihapus, lalu setelah membiarkannya lewat kenangan itu menjadi biasa saja, dan tentunya bagian itu yang membuat aku menjadi seperti saat ini🙂

Berlayarlah ke laut lepas.. karena masih banyak yang akan melukis pelangi setelah hujan…🙂

Kebahagiaan memang menawan, tetapi memberi sedikit pelajaran. Kesedihan memang menakutkan , namun teramat banyak manusia yang bercahaya hidupnya karena melewati gunungan kesedihan”, Gede Prama

4 Comments (+add yours?)

  1. saylow
    Sep 28, 2010 @ 17:46:36

    Katanya, manusia cuma bisa berpura-pura membuang kenangan. Sama halnya dengan Post Traumatic kali yah orang mencoba menyembuhkannya dengan hypnosis, NLP, energy work, neuro-feedback, acupuncture, meditation, tai-chi, qui-gong, yoga, nutrients and supplements atau bahkan drugs tapi kalau “kumat” atau ada trigernya… it’s will come back to survace… Pilihannya kita berdamai dengan masa lalu kita🙂

    Reply

  2. krizt
    Nov 05, 2010 @ 10:26:45

    kok bingung…susah dianalisa ama orang normal

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: