23.01.2009

Aku biasa menikmati suasana ini..Pagiku lenyap.. Malamku terjaga.. Aku selalu terlibat. Ingin pergi dari hiruk pikuknya.

Malam ini aku akan terlambat pulang, entah, mungkin juga tidak pulang. Ada perhentian yang panjang. Mungkin aku lupa jalan pulang. Tak sanggup aku mencari jejak yang kutinggalkan tadi pagi. Mungkin juga sudah terhapus hujan. Seperti hujan juga menghapus lukaku yang kian menganga. Perih tak terperi.

Engkau selalu mempesona. Haruskah kujemput lagi?

———————————————————————————————-

“Pagi berlalu lagi..

Membawa sisa-sisa rindu

seperti mendung itu

itu tanda langit rindu bumi

Jangan cemburu pada hujan pagi

Lebih baik kita berpeluk

Sebab ketika kita berangkulan

Ada kemesraan, ada kekuatan, ada kedamaian, ada kebersamaan, ada keberduaan, ada rasa kantuk, ada sedikt mabuk, ada kedamaian, ada rasa syukur, ada kedamaian, ada semuanya,

Termasuk cinta…”

(Arswendo Atmowiloto : Novel “Kau Memanggilku Malaikat”)

*untukmu malaikatku*

7 Comments (+add yours?)

  1. nanoq da kansas
    Jan 24, 2009 @ 16:01:43

    engkau tak mungkin lupa jalan pulang, karena kompas itu berada dalam hatimu. jadi, entah kau akan menjemputnya lagi atau tidak, jarum kompas di hatimu yang menuntun….. halaaaah… orang tua sok teu!

    GungWie :
    “ah.. anak muda ini tidak tau apa-apa Mas Nanoq.. hehe masih butuh pegangan.. haalaaah… sy terlalu mendramatisasi =p”

    Reply

  2. jer
    Jan 24, 2009 @ 21:16:27

    Bulir embun di daun mulai menguap

    Pertanda bumi pun rindu pada langit

    Ia tak cemburu pada hujan pagi

    Sebab ia tahu, di redanya matahari akan memberi pelangi

    Warna-warni agung yang melengkung memeluk semua

    Termasuk [cinta], anugerah-Nya..

    *aku tidak kemana-mana, tengok saja di hatimu*

    GungWie :
    “makasi..🙂 “

    Reply

  3. rasti
    Jan 27, 2009 @ 07:27:03

    “Seperti hujan juga menghapus lukaku yang kian menganga. Perih tak terperi.”
    Tapi kenapa hujan tak mampu menghapus masa silam…
    T.T

    Reply

  4. jer
    Jan 27, 2009 @ 10:21:01

    @ rasti : meskipun kita tidak dapat kembali dan melakukan lagi dengan lebih baik –sebuah awal yang salah di masa lalu– kita dapat memulai lagi di masa kini untuk mencapai sebuah akhir yang lebih baik di masa depan.

    hujan tidak diciptakan untuk menghapus masa lalu, mungkin hanya untuk memberi kesegaran memulai masa kini. yg semangat ya^^

    Reply

  5. rasti
    Jan 27, 2009 @ 12:03:24

    @jer:”sebuah awal yang salah di masa lalu”, aku udah bikin salah sekarang, aku ga tau gimana caranya memperbaiki itu, karena aku terlalu ego, atau naif mungkin, atau ga taulah,,,
    hm, kuharap hujan itu menyentuh wajah seseorang, karena aku sudah terlalu basah oleh sebentuk hujan yang kian deras…
    makasimakasimakasi🙂

    Reply

  6. Herman Maulana
    Jan 28, 2009 @ 10:11:42

    Walah…. Lagi-lagi si Cinta bikin Masalah……

    Anak mana sih Cinta…..

    Gw Cium angus Loe…..!!!!

    Hehehehehehe…..

    Reply

  7. Blog Competition 2009
    Jan 28, 2009 @ 19:06:35

    kenangan, sepahit apapun itu adalh bagian dari sejarh idup yang tak boleh dilupakan, karena segala pengalaman akan membntuk kta, asal kita selalu bs mereleksikannya dan memilih bagian positifnya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: