The Art of Science [2]

)

Calon Dokter🙂


Pernah lagi suatu ketika sedang stase di satu bagian anak. Kami diharuskan mencari pasien, tentu saja anak-anak.. Fiuuuh.. menyenangkan ilmunya, tapi menghadapi anak-anak yang baru disentuh saja menangis, cukup merepotkan. Apalagi intimidasi dari keluarga pasien. nasib..nasib.. beruntung, pasien yg saya dapatkan rumahnya cukup dekat, jadi bisa mendekatkan diri dengan pendekatan demografis dulu sebelum bisa memeriksa anaknya. Penuh kesabaran menunggu anaknya selesai menangis [sedang demam 39 drajat jg saya saat itu]. Setelah lengkap semua memeriksa. Dokternya datang
“gimana dik?”
“haduh… nangis terus dok..”, ungkap kami semua.
“wah.. kalian, belum tau caranya menangani anak. Ilmu kedokteran itu tidak hanya sebatas memeriksa pasien lalu mengobatinya. Tapi ada proses komunikasi. Seni berbicara. The Art of Science”, katanya
kami terdiam mendengar kata-kata dokter itu.
(“waw.. hebat..”, pikirku)
“Trus gimana dok? caranya supaya bisa periksa bayinya?”, sahut teman saya
“yah, mau ga mau kalian harus lakukan. Tunggu sampai berhenti menangis, atau bisa periksa sewaktu ibunya lg menggendong anaknya. Lihat aja, stetoskop saya ada bonekanya. Anak-anak kan tertarik pada warna. kalian bisa menggunakan itu”, katanya.
“ooohh…”, kami manggut-manggut seakan mengerti hehe. Ada saatnya pura-pura pintar.
(“Semakin charming aja dokter ini, ilmunya hebat..”,hihi.. terpesona saya)
“Kalau seandainya kami ga bisa periksa pasiennya gimana dok?”, lanjut teman saya yg lain
“Kalau untuk sekarang sih boleh-boleh aja.. kan masih belajar. Tapi kalau sudah Coass nanti, mau bikin laporan mau ga mau kan harus bisa. Masa ga bikin laporan. Kalo ga ya terpaksa, saya lempar tensimeter ke kalian hehe”, sambil senyum menawan.
kami terdiam…………
(dibalik ke-charmingannya. tersimpan sesuatu yg ingin melempar anak2 manis seperti kami dengan tensi.. oh.. =p)

10 Comments (+add yours?)

  1. saylow
    Dec 15, 2008 @ 17:27:50

    Seperti Dr. Ida Bagus Oka ahli THT yang praktek di Dharma Yadnya itu sangat komunikatif, menjelaskan fakta-fakta penyakit, menjelaskan gejala, dan mendeskripsikan Obat secara mendetail. I love that doctor. Paling benci lihat dokter yang bilang : “Yak berbaring, buka bajunya, ini resepnya!” Bah! Gantian saya yang lempar pake tensimeter nanti dokternya hahahahaha

    GungWie :
    “Oh.. bagus itu,ketemu dokter yang baik dirimu.. Lagian pasien sKarang uda banyak yg pinter, kan ud ada inTernet.. aKsesnya lebih mantap! wow.. Toloooooooonng…. ada yg mau lempar sayaaaa *kabuuuurr…”

    Reply

  2. Wira
    Dec 16, 2008 @ 03:04:11

    Duh, jadi malu saya, merona merah ini pipi, dikatain charming n ilmunya hebat sama Wie… Soal tensimeter, ah, itu kan hanya bercanda. Di balik ke-charming-an saya, sebenernya tersimpan budi pekerti luhur, sabar, baik hati, sopan santun, gemah ripah loh jinawi…🙂

    GungWie :
    “ah bli wir.. dirimu orang yg cepat GR ternyata.. hua3.. saya yakin dibalik jiwa yg sehat terdapat jiwa yg kuat. eeehh… apa sih ya yg bener? huahaha”

    Reply

  3. JinX
    Dec 16, 2008 @ 06:42:46

    hahaha boleh juga tuh ide ngelempar tensimeter…. hehehe

    sebuah kreatifitas yang berujung kedisiplinan dan tawa disaat santai maupun serius… hahahaha
    gung dewie…. inget mampir ke blogku ya…?? -bonbon-

    GungWie :
    “Mending dkasi sayaaa tensi’nya drpd dilempar2.. haha.. ada2 aja bon.. okeeeeehh!!”

    Reply

  4. SIge
    Dec 16, 2008 @ 10:40:15

    ….Seni berbicara. The Art of Science”, katanya…
    Sehati saia…

    Btw, cew yang sebelah Gung wie Art banget, kesem-sem aq liat senyumnya….makin diliat makin kenyeng…

    GungWie :
    “waw.. kesem-sem y? haha.. pantes kok rasanya ada yg bau asem =p apaan tuh kenyeng?”

    Reply

  5. dodex
    Dec 17, 2008 @ 04:53:29

    wah ini calon dokter semua ya. cantik-cantik juga , mw dong diperiksa kapan-kapan..🙂

    GungWie :
    “cakep-cakep juga kok.. haha..🙂 “

    Reply

  6. jer
    Dec 17, 2008 @ 05:28:50

    waduh, melempar tensimeter adalah barometer kenaikan tensi dosen pengidap darah tinggi, perlu check up tuw, kurangi makan garam Dok, the art of darting, haha

    bahasa si kecil ya bahasa kasih, ibunya yang paling tahu =)

    GungWie :
    “hihi.. dokternya cakep2 galak =p iyaaa.. cuma wie kan ga bisa meriksanya.. huhu apa harus jadi seorang ibu dl? hmm..”

    Reply

  7. departa
    Dec 18, 2008 @ 23:38:57

    Pasangan Yang Klop,3 tiga wanita dan 3 Pria. Memang pendekatan secara bahasa hati dan penjelasan yang rinci membuat kami para pasien merasa puas dan dihargai ketimbang datang, buka mulut,berbaring,periksa kemudian tulis resep,bah kadang gak mau dengar keluhan kita lagi sok dah paham betul sakitnya apa?padahal yang rasain kita juga,Dulu bisa begitu tapi sekarang kita bisa ditinggal pasien kalau begitu,Nah tu calon dokter yang Ramah ya…,yang baik bila mana perlu saking baeknya Gratis lagee, heheheheh Kaburrr sebelum dilempar tensimeter😀

    GungWie :
    “iya, emang kelemahannya kadang di komunikasi, ga cuma otak aja.. hehe.. waw, hehe.. kalo nanti praktek di desa sih pengennya nanti boleh dibayar pake apa aja.. ayam mungkin.. sayur2an..buah.. loh? hihi”

    Reply

  8. imsuryawan
    Dec 26, 2008 @ 07:42:52

    yang penting jangan sampe nolak pasien lantaran ga punya uang…

    GungWie :
    “hihi.. semoga ga pernah gtu”

    Reply

  9. Deddy
    Dec 26, 2008 @ 10:12:59

    Loh… sudah mulai beredar di RS-kah? Wah, cu di Neurologi!🙂

    GungWie :
    “Sudah dok, kan Clerk-ship.. hehe.. KKR..sy ga pernah liat dok di neuRo yaa..”

    Reply

  10. skyheaven21
    Jan 21, 2009 @ 07:13:39

    Numpang lewat ya……..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: