DON’T (STOP!) LAUGHING!!!

“During the 20 years, our clown healing work has expanded all over the world, so that clowns are now a regular part of hospitals on every continent.” – Patch Adams

Ha..ha…………ha..ha………..
Duh tolong aku Nang haha…. hentikanlah ketawaku ini. Ya, sudah 2 hari 2 malam ini aku hanya bisa tertawa tanpa henti hingga semua daging-daging rahangku ini rasanya copot. Awalnya aku hanya mengintip internet tentang hihihi… sebuah sajak kirimanmu Nang. Tepatnya seperti ini:

LUKA
Oleh :
Sutardji Calzoum Bachri

ha ha

sajak-sajak: Sutardji Calzoum Bachri
Date: Wed, 17 Nov 1999 01:27:04 -0800
Pengirim Nanang Suryadi

Pertama kali aku heran kenapa sajak yang cuma isinya 2 huruf diulang jadi 2 kata ini diberi judul luka. Kalau memang judulnya luka kenapa bunyinya tidak ’aduh’, atau ’duh biyung’ atau minimal ’Ouch’. Sungguh aneh nian Sutardji Calzoum ini. Tapi entah mengapa sejak membaca sajak itu aku selalu tertawa apapun yang kudengar, kulihat dan kualami. Termasuk saat pengumuman ujian remedi epid yang ternyata sungguh sesuai dugaan ternyata aku TIDAK lulus. Awalnya aku sungguh bahagia karena bisa menertawakan semua masalah, toh katanya tertawa itu sehat. Filsuf John Morreall percaya bahwa tertawa manusia pertama dimulai sebagai gerakan rasa bebas dari bahaya, relaksasi sebagai hasil dari respons perang atau terbang biologis. Tertawa juga mengindikasikan kepercayaan dalam suatu pertemanan. Banyak peneliti yakin bahwa tujuan tertawa berkaitan dengan membuat atau mempererat hubungan manusia. Hahahahi .Tawa terjadi ketika orang merasa nyaman dengan yang lainnya, ketika mereka merasa terbuka dan bebas. Konon manusia adalah satu-satunya species yang bisa tertawa. Rata-rata orang dewasa tertawa 17 kali dalam sehari. Ada yang bilang tertawa 100 kali adalah sebanding dengan 10 menit berolah raga di atas mesin berjalan, atau 15 menit di atas mesin sepeda. Sedikit saja kegiatan tertawa melatih diafragma, sama baiknya pada otot-otot perut, saluran pernapasan, muka, kaki, dan punggung. Hihihihuhuha…….

Emosi-emosi negatif yang terkurung, seperti amarah, takut, dan sedih, dapat mengakibatkan perubahan-perubahan secara biokimia di dalam tubuh kita yang dapat menghasilkan efek yang berbahaya. Bahkan dalam textbook Kaplan-Saddock biblenya orang pskiatri, humor merupakan salah satu dari empat mekanisme pertahanan diri yang matur. Tapi tertawa 2 hari 2 malam yang benar saja, bisa-bisa aku urung sedot lemak dan lebih celaka lagi bisa-bisa pindah alamat pos ke RSJ Bangli.

Pagi tadi aku baca ada ayah membunuh anak kandungnya sendiri dan kemudian setelah kejadian si kakek kerauhan. Dalam igauannya si kakek yang kerasukan berucap bahwa itu semua harus terjadi karena si cucu melik dalam dunia niskala. Hahahaha sungguh sedih dan terluka hatiku mendengar kisah itu. Kemudian Seorang putra Bali diangkat menjadi pahlawan, eh ternyata beliau ini pernah berperang melawan pasukan pujaanku I Gusti Ngurah Rai yang diabadikan sebagai nama airport (yang konon diperluas dengan menimbun laut). Hahahahii. Ada lagi cerita yang membuat aku tertawa, seorang kolega dokter tamat umur 25 ngantre PTT setahun trus PTT 3 tahun lanjut ngantre ujian PPDS. Keterima PPDS umur 31 syukurlah tamat umur 36 ingin mengabdi pada negaranya eh ga keterima. Katanya syarat melamar PNS umur maksimal 35 tahun. ”Kacien de gue”, Begitu gumamnya . hwakakkkakhihih….Entah dosa atau karunia bisa tertawa lepas mengetahui semua kekonyolan itu. Konon 50 ribu orang Indonesia mati bunuh diri tiap tahunnya. Di dunia, seorang jiwa kawan kita melayang bunuh diri tiap 4 detiknya. Aku jadi ingin bertanya apakah ada diantaranya yang bunuh diri sambil tertawa nang. Hehehe…… Seperti aku sekarang ini.

Nang, kalau begini terus aku ingin gabung dengan dr Hunter atau yang banyak dipanggil dengan dr. Patch Adam yang keliling dunia dengan kawan-kawannya dengan menjadi badut. Menurutmu aku cocok ga nang? Terus terang aku salut dengan Patch yang mendapat inspirasi menjadi dokter justru saat dia menjadi penghuni rumah sakit jiwa ini. Membuka rumah sakit gratis dengan nama Gensundheit dengan motto medicine for fun not funds. Dan menjadikan intimacy doktor-pasien bukan menjadi hal yang tabu lagi. Bahwa status sehat bukan semata-mata dari hasil laboratorium dan X-ray tapi lebih kepada semangat dan kegairahan hidupnya. Toh tugas kita bukan hanya sekadar menunda kematian. Namun meningkatkan kualitas hidup alias menertawakan kematian yang pasti menjemput. Hahahaaaa….

aku jadi nangis Nang kalo ingat apa yang dia katakan. When a dream takes hold of you, what can you do? You can run with it, let it run your life, or let it go and think for the rest of your life about what might have been. Sementara mereka mewujudkan mimpinya, kita berdua disini hanya berkeluh kesah tentang epid yang belum lulus nang. Hahahahihihi…… rasanya tukulpun kalah lucu dibandingkan apa yang kita buat sekarang.

Ini aku tunjukkan fotonya Patch Adam yang asli Nang. Beberapa saat lagi aku pengen merasakan apa yang ia alami (kecuali pada bagian jadi pasien mental institute-nya). Haha

Patch Adam

Patch Adam

Nang, jangan- jangan dengan aku ketawa tanpa juntrungan ini sebagai pertanda secara niskala agar aku dan kau menularkan mimpi patch pada kawan-kawan kita di Bali. Andaikan tender kegiatan mahasiswa 20 juta digelar lagi mungkin kita bisa bikin acara clown-in’ sanglah. Atau sekalian bikin workshop dengan tema medicine for fun not funds. Jadi kegiatan mahasiswa kedokteran gak cuma pengobatan masal buat orang sehat agar punya bekal obat sebagai persiapan saat sakit. Inside my heart but outside the box:
thinking, to change the health care box.
Gimana Nang? okay ?

Loving.. Caring..

Loving.. Caring..

NB: setelah minum Risperidone 2 mg ketawaku kok jadi terkontrol. Aku sakit apa ya Nang?

**Fiction Letter**

3 Comments (+add yours?)

  1. jer
    Dec 06, 2008 @ 12:29:50

    “Toh tugas kita bukan hanya sekadar menunda kematian”

    lalu dokter-pasien bukan hanya sekedar penjual-pembeli.

    klo mw bikin badut2an, ikut satu ya, sy yg foto2 maksudnya,hahaha.

    nice thought, [ ] more..🙂

    GungWie :
    hehe.. boleh.. klo soal bersenang-senang (meskipun jd badut) asalkan banyak yang tertawa, sy jd senang.. hahaha.. [ ]🙂 tertawa bersama..

    Reply

  2. .gungws
    Dec 06, 2008 @ 18:25:56

    huahahahaha…katanya ketawa itu menular lhoo!

    wakakakakakkaakaka

    GungWie :
    “gung…gung.. eling gung.. sadaaaaarr…
    hauahahauhahahah….”

    Reply

  3. imsuryawan
    Dec 10, 2008 @ 00:55:52

    apa aden olange ne…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: