Only God Knows…

“knapa ga balik aja?” tanyaku padanya saat malam itu..
Orang asing : waw, knp menyarankan spt itu?
Kau : tangan ini ih..
Kau : mngetik bgtu saja kadang..
Orang asing: kuharap memang benar hanya tanganmu
kau : knp?
Orang asing: karena aku tahu hatimu tidak menginginkannya
Orang asing: begitu juga aku
Kau :πŸ™‚
Orang asing:πŸ™‚
Kau : jd bingung..
Kau : hahaha
Orang asing: knp?
Kau : gpp..
Orang asing: too much meaning in “gpp” di saat ini
Kau : iyah..
Kau : sudahlah.. sy senang
Kau : loh?
Kau : hehe
Orang asing: iy,
Orang asing: sy jd lega..
Orang asing: haha
Orang asing: apa yg sedang kita lakukan ini y?
Kau :enga tau..
Kau : sy sedang mencari tau dgn membaca ulang yg diatas
Kau :haha
Orang asing: waw..
Orang asing: td jg sempat sy lakukan hal yg sama
Kau : hihi..
Kau : otak sy masi di dengkul..
Kau : blum naik dy..
Kau : haha
Orang asing: haha
Orang asing: mungkin tidak penting otak dimana saat ini
Orang asing: hatimu dimana?
Kau : di sebelah kann bawah tulang rusuk,
Kau : *kanan
Orang asing: haha
Orang asing: ada siapa disana?
Kau : ada dunia saya..
Kau : hahaha
Orang asing: haha
Orang asing: kalau sy main2 kesitu bole ga ya?
Kau :klo main2 ga boleh..
Orang asing: atau belum masuk udah diusir
Kau : hahaha
Kau : main dtempat lain saja..
Orang asing: waw,.
Orang asing: hehe
Orang asing: kalau menetap?
Kau : iy, ms sy hny jd tempat permainan
Kau :hahaha
Kau : hmm..
Orang asing: sy kan orang asing
Orang asing: dari antah-berantah
Orang asing: yg muncul begitu sj
Orang asing: orang mungkin akan susah percaya dgn org model begini
Kau : sy percaya kok…
Orang asing: hehe
Kau : dgn kebetulan2 itu..
Kau : hahaha
Kau : tp emng sy orang yg mudah pcy..
Kau : hahaha
Kau : makanya sering dbohongi…
Kau :πŸ˜›
Orang asing: waw..
Orang asing: apa orang asing ini terlihat jujur?
Kau :iya..
Kau : positive thinking saja..
Orang asing: maka bantulah ia
Kau :πŸ™‚
Kau : bantu untuk?
Orang asing: ia tidak tahu tempat apa yg datangi
Orang asing: tapi ia suka berada disana
Orang asing: tunjukkan setidaknya dimana ia bisa menginap
Kau : ingin sy memberikan tempat menginap..
Kau : tempat bteduh dkala hujan..
Kau :tempat yg hangat dikala dingin..
Orang asing: dan kemudian orang asing mulai berpikir
Orang asing: begini katanya padamu..
Orang asing: bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat
Orang asing: bukan lagi duniamu ini atau dunia asingku
Orang asing: kita namakan saja dunia kita
Kau : take me to that place..
Orang asing: lalu begitu katamu padanya
Kau : hihi..
Kau :“kamu bodoh…” tambahnya
Orang asing: dan orang asing ini mulai menggenggam jemarimu
Orang asing: mengajak berjalan begitu saja
Kau : ‘hanya kita berdua….”
Orang asing: kini ia tidak begitu asing lagi bagimu
Orang asing: kau menatap wajahnya
Orang asing: dan ia memilih jalan mana yg akan kalian lalui
Orang asing: kau masih menatap wajahnya
Orang asing: mungkin sudah percaya akan jalan yg dipilihnya
Kau :lanjutkan..
Orang asing: kau mengatakan itu
Orang asing: saat ia terdiam di sebuah persimpangan
Orang asing: ramai sekali disitu
Kau : jgn sampai terlepas..
Orang asing: semakin erat jemari kalian bertaut
Kau : sambil bernyanyi bolehkah?
Orang asing: berbagai jenis kendaraan ber merk masa lalu berseliweran
Orang asing: beberapa berhenti menunggu salah satu dari kalian naik
Orang asing: namun kau hanya bernyanyi
Orang asing: tak satu pun dari kendaraan itu kau naiki
Orang asing: karena ia tak bergeming dari sisimu
Orang asing: ia hanya mendengar lagumu
Orang asing: bukan riuh rendah kendaraan itu atau pun suara kenek cekingnya yg melengking mengajakmu naik
Orang asing: langit masih cerah
Orang asing: namun rintik-rintik mulai menitik
Kau :hujan….
Orang asing: lalu hujan menghapus semua kendaraan itu
Orang asing: seakan mereka itu hanya tinta
Orang asing: hanya gambar
Orang asing: yg lenyap begitu saja
Orang asing: suaranya kini hanya sayup
Orang asing: lalu hanyut
Orang asing: tinggallah hujan
Orang asing: dirimu
Orang asing: dan dirinya
Kau : bau tanah basah….πŸ™‚
Orang asing: menyeruak ke udara
Orang asing: bercampur bau keringat kalian
Orang asing: yang digerus hujan
Orang asing: bersama masa lalu kalian
Orang asing: hujan pun jadi rintik
Orang asing: lagi
Orang asing: menitik perlahan
Orang asing: serupa gerimis pemalu
Orang asing: karena matahari mulai menyeringai
Orang asing: di balik awan putih
Orang asing: yang baru saja mengusir mendung
Orang asing: lalu burung-burung kecil mencuri perhatianmu
Orang asing: tepat diatas kalian mereka bernyanyi
Orang asing: kalian mendongak
Orang asing: bersamaan
Orang asing: ah, ada pelangi
Kau : lalu saling pandang..
Kau : memilih duduk sebentar,,,
Kau : menikmati pelangi itu..
Kau : indah..
Orang asing: seakan menunjukkan arah dunia kalian
Orang asing: yang semakin dekat
Orang asing: ataukah memang disana tempatnya
Kau : cubit saya..
Kau : bukan mimpi kan?
Orang asing: orang asing itu hanya tersenyum
Orang asing: lalu tawa kecil muncul
Orang asing: lalu tawa kalian
Orang asing: yg saling mencubit
Orang asing: burung-burung kecil pun malu
Orang asing: dan hanya bertengger mengintip
Orang asing: di satu-satunya pohon disana
Orang asing: kalian memandang berkeliling
Orang asing: memang hanya pohon itu
Orang asing: tanah, langit, matahari, gerimis, pelangi dan burung-burung kecil
Orang asing: selebihnya kosong
Orang asing: seakan menunggu sesuatu
Orang asing: yang akan kalian bangun
Orang asing: menjadi dunia kalian
Kau :πŸ™‚
Orang asing: lalu satu persatu
Orang asing: dan kemudian berpasangan
Orang asing: ada juga satu rombongan besar
Orang asing: orang-orang berdatangan
Kau :ramai sekali..
Orang asing: tapi kalian tidak merasa terganggu
Orang asing: mereka sangat ramah
Orang asing: dan kalian tahu
Orang asing: dunia bukan hanya kalian berdua
Orang asing: kalian dan mereka
Orang asing: sama-sama harus membangun
Orang asing: sebuah tempat
Orang asing: yang nantinya
Orang asing: akan dipenuhi beragam kehidupan
Orang asing: beraneka cerita
Orang asing: yang berlanjut selama matahari bersinar
Kau :apapun asal bersamamu…
Kau : katanya…
Kau :maka semuanya sudah sempurna..
Orang asing: sempurna

catatan redaksi :
“orang asing” itu adalah aku dan “kau” adalah dirimu
[menarik nafas]
[menghembuskannya]
[masih mencoba menyadari]
[sesuatu yg asing tp sangat fasih kuceritakan]
[tak bisa kunamai perasaan ini]
[ia memang tak bernama]
[maka hanya kulakukan]
hanya bisa dirasakan..
[saja]
bagi orang-orang yang mengerti..
πŸ™‚

[ ]πŸ™‚ let the box empty.. coz onLy God knows why…

akan lucu suatu saat kita baca lagi bersama

10 Comments (+add yours?)

  1. dap
    Nov 26, 2008 @ 11:49:41

    DKJ rutin mengadakan lomba naskah teater… coba kirimkan… sapa tau menang… hahahaha….

    Reply

  2. gdwgdw
    Nov 26, 2008 @ 12:56:11

    @ dap : ah.. kita takut menang.. =p biarkan menjadi rahasia tuhan..πŸ™‚

    Reply

  3. Wira
    Nov 26, 2008 @ 15:32:28

    Wow… mungkin otak saya sedang ada di dengkul. Agak2 bingung juga memaknainya. Lain kali saya mampir lagi deh, saat otak saya sudah kembali ke tempat aslinya. (Di mana? Pantat? Hueheheh…)

    Reply

  4. imsuryawan
    Nov 26, 2008 @ 16:26:46

    ***garuk2 kepala…

    Reply

  5. jer
    Nov 26, 2008 @ 17:43:17

    orang asingnya titip pesan,
    makasi katanya
    [ ]πŸ™‚

    Reply

  6. sige
    Nov 27, 2008 @ 01:04:14

    Saia duduk diam membaca, dan tersenyum, pura-pura mengerti. Memang kalo udah perasaan ya gag bisa di nalar, mending rasain aja tulisan ini..gung bisa tambah gula gag..masih asing rasanya..tnx

    Reply

  7. yande
    Nov 27, 2008 @ 09:10:15

    yahh… gini dah yang mana namanya omongan, yang mana bagian deskriptif tentang suasana. Saya kira tadi ini obrolan orang orang-orang di pasar, campur aduk ga karuan

    wakakaka…. *run mode: ON*

    Reply

  8. dewa rama
    Nov 27, 2008 @ 12:28:35

    tahun depan e-sewaka award bikin lomba naskah.
    dan juaranya adalahhhhhh……………………………
    KAU.

    Reply

  9. Deddy
    Nov 27, 2008 @ 23:09:29

    Wuihhhhh…. MANTAB!!! Hasil chattingan bisa kayak cerpen gitu… serius, mantab mantab. The next dee lestari?πŸ˜‰

    Reply

  10. gdwgdw
    Nov 28, 2008 @ 14:19:36

    @Bli wira : uhm.. tidak penting dimana letak pantat saat ini.. eh.. otak maksud sy bli.. xp

    @Bli Sur : ehm..

    @Jer : [ ] hihi.. salam ya..

    @sige : wah, need more sugar? nanti kemanisan.. ga enyak.. haha u’ll feel it too..

    @yande : sayaaaaa.. ga ngerti y.. ha3.. susah ngobrol sama preman pasar.. loh? haha..

    @dewa rama : sy hanya sebagian kecil dr orang asing itu..πŸ™‚

    @dr.deddy : waw.. ada yg mau nerbitin ga ya dok? haha

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: