Sunday Morning

Lagu Maroon5 sedang mengalun dengan indahnya saat aku menulis ini..

Ada beberapa perubahan yang terjadi ketika aku terbangun di pagi hari Minggu ini. Pertama, poniku!! Entah kenapa bentuknya aneh dan rata. Hahaha biasanya menyamping.. aarrgghh.. rambutku akhir2 ini susah diaturnya. Kedua, menyadari bahwa flu-ku tambah parah, dan rada demam nih badan. But, it’s ok laaah… Perubahan cuaca sering menggoda hidungku untuk bersin.

Uhh.. lagunya sudah ganti lagi, The Cure, huaaah.. lagu ini selalu bisa membuatku semangat di kala pagi. Hehehe.. Cuma badan lagi malas beranjak dari peraduanku. (ouh..) Ketiga, menyadari bahwa silent HP ketika malam hari menjelang subuh adalah hal yang terbaik yang akan aku lakukan dari sekarang. Huh, damn, kenapa harus ada privat number. Pake pura-pura salah sambung segala. Kalo jarang sih ga apa-apa. Tapi ini sudah menjadi rutinitas sebagai si Pelaku (Si Cowo penelpon kaga jelas) kepadaku (Objek penderita) selama hampir dua bulan lamanya. Ga kira-kira, nelponnya jam 2 pagi, setengah 4 pagi.. ugghh.. Ingin kucakar muka orang itu.. aaarrrgghhh!!

Baiklah.. dari The Cure kita menuju Puddle oF Mudd.. Lagu yang biasanya aku dengar kalo mau ujian, atau sambil belajar.

Everything so blurry, Everyone’s so fake! Everybodys empty, and everything is so messed up”

haha.. Keempat, menyadari bahwa aku sudah maniak nongkrong didepan laptop hanya untuk Online Ym dan sebangsanya, nge-cek email, sampe 17 jamnya, mendengar lagu (seperti sekarang) Yah mungkin karena lagi liburan. Hanya was-was kalo udah kuliah, nanti jadi ada rasa yang gimanaaaaa gituu (bingung kata-katanya seperti apa, saya anggap anda mengerti hee..)

Lighthouse family… sedang mengalun di playlist ku saat ini, Uhh.. Pukul 8 pagi, saat nya untuk mandi, hehe (pekerjaan yang paling menyebalkan dikala liburan).Yah, para pria, terimalah diri saia apa adanya, hahaha. Yang ga mandi masih tetep menyenangkan kok uhuuiii.. “We are gonna be.. forever you and me…”

Sebagai penutup.. ternyata lagunya GlennFredly…”Terserah.. kali ini.. sungguh aku takkan perduli…”

Ps : Love the little things that u are…

Advertisements

Darimana datangnya ‘Aku’

my big fam...

my big fam...

Banyak yang salah kaprah tentang Kasta, begitu juga saya. Sampai kemarin, masih saya menyalahkan kenapa ada kasta. Tapi ternyata saya yg belum memahaminya. Sering saya mengeluh, “kenapa kalo dengan orang yang tidak berkasta?” ungkap saya kepada aji (panggilan ayah di Bali untuk orang-orang yg berkasta). Masih saya belum mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang hal tersebut. Masih banyak tanda tanya dsini.

Sebagai perempuan yang berkasta, saya sendiri mengerti betapa beratnya harus berperilaku yang baik (tidak memalukan, menjaga perilaku), bukan berarti saya tidak berkelakuan baik.. haha.. cukup B di raport SMA saya untuk berkelakuan baik. Dan paling baik saya diam, kalem seperti sedang gelem (sakit). Tidak menjadi saya sendiri yang… yah, yg mungkin sedikit jail kalau diluar lingkungan Jero.

Sampai SMA, saya masih merasa menyebalkan menjadi orang yang berkasta (keegoisan waktu muda), karena bila saya berpacaran dengan orang yang (maaf) beda agama, sampai beda kasta, pasti akan datang beribu halangan tanpa juntrungan yang akhirnya saya lebih memilih menyerah pada keadaan, menyerah pada ego saya yang meledak sehingga saya lebih eksklusif (halaaah..selektif mungkin) dalam memilih pacar. Padahal tidak semua orang bisa bahagia dengan orang yang berkasta (aaaarrghhh…damn true).

Istilah kasta disebut dengan Warna, dimana di dalam Hindu, status seseorang didapat dari pekerjaannya.

Brahmana, yang merupakan golongan rohaniawan, atau golongan pendeta, jadi seseoang dikatakan Brahmana bukan diperoleh sejak lahir, tapi bagaimana dia menekuni ajaran keagamaan tersebut dan mampu memahami ajaran dengan baik, sehingga dapat menyampaikan kepada Ksatria, Waisya, sampai Sudra.

Ksatria, merupakan golongan bangsawan yang ada di dalam pemerintahan, menekuni bidang pemerintahan. Mampu untuk melindungi Brahmana, Waisya dan Sudra.

More

Berhenti sejenak

The rain has gone

The rain has gone

Sungguh mati..

aku tergila-gila padamu

Setengah mati..

aku tidak perduli akan dunia yang berputar berbalik arah

akan gerhana bulan yang datang tadi malam

“pandanglah aku dari kedua sisi…” ungkapnya

“seperti melihat botol yang berisi setengah air…..”

“Oh… botol itu hampir penuh…”

“atau berpikir air didalam botol itu akan segera habis…”

berhenti sejenak.. (aku menoleh padanya)

Dunia Kecilku..

Sudah lama tidak post disini.. hoho, saat ini sedang liburan. Seminggu lalu, tepatnya Selasa 22 Juli, saia berangkat ke Jakarta. Niatnya sih liburan sekalian nonton anak2 kampus pada bertanding Basket n Sepak Bola di UI. Supporter begitu, hee.. lumayanlah bareng-bareng sama temen-temen yang lain. 7 orang.. Wah, dan JUARA 1 pula!! Huiks.. mantaph euy.. ga salah jauh2 dateng dari BALI..

Lalu dimulailah kegiatan kita merasakan kerasnya Jakarta. Hahaha yang anak mami ga tahan deh. Panas, debu, matahari, polusi, hihi… Lengkap. Saya mulai mempelajari daerah busway, caranya dengan menggunakan kamera digital, dan saya foto itu denah, supaya ga tersesat.. haha. Cukup beruntung ada teman yg menemani. Saat bergelantungan di bus (penuh, n rame tuh busway!) temen saya berkata ‘wah, aku kangen Bali.. sumpah.. di Bali nanti aku ngambil mobil, trus ngebut di jalan bypass..’ sambil bergelantungan dan kaki terinjak-injak. ‘Iyah.. jadi kangen rumah..’ kata temen satu lagi. Beruntungnya tinggal di Bali. Pyuuuhh.. disana harus banyak sabar kalo ga mau cepet tua hahaha.

“The Kingdom of heaven is not a place, but it is a state of mind……”

Nah, kita mulai pada pembicaraan Logat, dialek atau bahasa Bali. Saya sedang krisis identitas diri sebagai orang Bali asli, (bukan Baliaga) hahaha.. katanya logat saya sangat Jakarta!! Dassshh!! Kunaon atuh neng?? Logat balinya mana?? Hiks.. hiks.. beberapa orang Jakarta yg saya temui pasti bilang seperti itu. ‘kok ga kaya temen-temen lo yang lain?’ begitu katanya. Saya Cuma tersenyum dan bingung.. mungkin huruf ‘T’ saya kurang kental.. seperti waktu sahabat saya menyebut “iiihh.. I’T’u loh.. pa’T’ung pancoran o? paTung.. paTung..” hahaha, saya tersinggung.. haha.. Padahal saya tidak tinggal di Jakarta, tidak jg arek Suroboyo! Huhuu.. Tiang asli saking Bali bli.. noT reject!! Sedihnyaaaa.. hihihi

Asyiikknyaaaa, banyak ketemu temen baruuu..

“ada saja cara sang hidup untuk berbicara kepada kita manusia, kadang melalui tubuh ini, kerap ia meminjam tubuh orang lain…”

Hah,, diaaa…[iya, kamu] selalu memenuhi kepalaku… beruntung mengenalnya, thanks for everything…