Ketika kebenaran itu ada…

Ketika kebenaran itu ada, saya benar-benar bingung. Ternyata benar juga ada saatnya. Benar juga ada waktunya. Benar disaat pada seharusnya salah. Begitu kan dok?

Ketika masih kecil, kita diajarkan mana benar dan salah, Ketika beranjak dewasa kita mengetahui mana yang benar dan salah, Ketika menjadi mahasiswa saya belajar menutupi kesalahan dengan kebenaran. Seseorang memberitahu saya, meletakkan benar ditempat yang benar, meletakkan yang salah ditempat yg salah. Tapi semua orang pernah lupa dengan kata-katanya. Begitu juga saya.

Ketika kita beradu argumentasi tentang mana salah dan benar, semua orang mempunyai alibi untuk menyatakan bahwa ‘kelakuannya’ itu yang benar, yang diterima, meskipun dengan cara yang salah. Mungkin maksudnya, meskipun dengan cara yang salah, tapi dia melakukan untuk kebenaran begitu? mungkin. Mungkin benar, mungkin juga salah.

Yah, jadi orang jangan terlalu prinsip katanya. Jadi ga salah dong kalo yang benar itu dibelok-belokkan sedikit-sedikit?

7 Comments (+add yours?)

  1. pjt_tgg
    May 16, 2008 @ 00:30:05

    jangankan dibelok2kan, yg diputar balik juga udh wajar kq skr..

    kosong itu isi
    isi itu kosong

    tgt sudut pandang qt juga sich

    Reply

  2. gdwgdw
    May 17, 2008 @ 01:46:58

    hehe, iya sih, bohong adalah kejujuran yang memberanikan kata nn..

    Reply

  3. nirzanova
    May 18, 2008 @ 01:51:42

    Atau mungkin kita ga tau sebenarnya kebenaran? karena kita hanya menerima sesuatu yang diajarkan dari pendahulu kita? kek lari estafet, tinggal pindahin tongkat ke pelari berikutnya.

    Reply

  4. gdwgdw
    May 18, 2008 @ 06:57:51

    iya mbak, kita terbataskan pada norma dan sekarang lebih banyak benar itu ada karena tirani mayoritas..

    Reply

  5. gungws
    Nov 02, 2008 @ 17:35:55

    maaf…
    klo saia benar-benar salah..

    Reply

  6. gdwgdw
    Nov 04, 2008 @ 09:10:58

    yaaah.. saya maafkan gung.. ^^

    Reply

  7. SIge
    Nov 06, 2008 @ 11:06:27

    Idialis banget pemikirannya, mari ngelantur.

    Saya pernah dititipkan kata mutiara oleh teman saya, begini bunyinya,

    “TuhanMu ya TuhanMU, TuhanKU ya TuhanKU”, lama saya merenungkan makna kalimat tersebut, dan akhirnya saya menemukan pencerahan (bahkan sampai silau) hehe.

    Begini,Tuhan dalam pengertian kalimat ini adalah Kebenaran, karena sumber dari semua kebenaran di jagat raya ini adalah berasal dari suatu kata yang disebut ‘Tuhan’, adakah yang membantah tentang kebenaran tentang keberadaan Tuhan? jawab saya ‘Tidak’.

    ‘Loh bagaimana dengan kaum Atheis?’

    ‘Mereka bukan tidak percaya, tapi hanya belum menyadari’, jawab saya.

    Trus apa hubungannya dengan tulisan yang dibuat gek ini, ada dong.

    ‘Bahwa kebenaran itu hanya bersumber pada hati nurani, bukan pikiran apalagi mulut, dan Tuhan bersemayam di hati nurani.’

    ‘Dari mana tau kalo Tuhan ada di hati nurani? hati nurani itu apa? hati itu apa? nurani itu apa?’

    jawab saya singkat,
    ‘carilah sendiri, jangan banyak tanya!.’

    Ok sekian koment yang aneh ini.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: