GIZI POSTNATAL

1. GIZI BAYI

Jika diukur berdasarkan persentase berat badan, gizi yang dibutuhkan oleh bayi lebih besar daripada orang dewasa. Di awal kehidupannya,lambung dan usus bayi sesungguhnya belum sepenuhnya matang. Makanan pertama bayi tentu saja air susu ibu. Air susu ibu sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan bayi dalam segala hal. ASI mengandung banyak zat, seperti : karbohidrat (laktosa), polyunsaturated fatty acid (asam lemak tak jenuh ganda),protein (lactabumin) yang mudah dicerna, vitamin dan mineral yang banyak, dan zat anti infeksi. Kolostrum adalah ASI yang keluar pertama kali,berwarna jernih kekuningan dan kaya akan zat antibody.

MANFAAT ASI :

  1. bayi yang meminum ASI jarang terkena alergi
  2. menurunkan resiko terkena penyakit, membentuk pertahanan diri tubuh
  3. menjalin keakraban

KEKURANGAN SUSU FORMULA :

1. sumber infeksi

2. sebagai wahana pembiakan bakteri patogen enterik dan produksi

enterotoksin.

3. jika mencampur susu formula terlalu kental atau terlalu encer akan

menyebabkan diare hipertonik. Diare hipertonik dapat menyebabkan

dehidrasi hipertonik,yang selanjutnya menimbulkan tetanus neonatal.

Bayi yang diberi minum ASI harus bekerja keras menghisap puting susu, sedangkan bayi peminum susu botol pasif saja menanti tetesan susu dari botol. Karena harus bekerja bayi yang meminum ASI akan berhenti menghisap apabila sudah kenyang. Dan bayi yang hanya meminum susu botol tidak akan berhenti meneguk susu kecuali apabila botolnya sudah kosong. Hal inilah yang akan mengarah pada obesitas.

GIZI BAYI SAPIHAN :

Menyapih adalah membiasakan secara berangsur-angsur agar bayi dapat menyantap makanan orang dewasa. Tidak sedikit keluarga yang tidak mengerti Gizi bayi dan belum mampu menyiapkan makanan yang bernilai Gizi baik.

Usia pertama menyapih adalah 4 – 6 bulan, bayi telah siap menerima makanan bukan cair karena gigi sudah tumbuh dan lambung sudah bisa mencerna zat tepung. Saat ini kebutuhan bayi sudah tidak cukup hanya melalui ASI saja. Makanan tersebut bukan digunakan untuk mengganti ASI tapi hanya mendampingi ASI. Penyapihan selayaknya tuntas pada 12 bulan, dimana bayi sudah terbiasa untuk mengkonsumsi makanan orang dewasa.

BAHAN MAKANAN SAPIHAN :

  1. makan pokok (mengandung tepung, seperti: beras, gandum,kentang)
  2. kacang, sayuran berdaun hijau atau kuning.
  3. buah-buahan
  4. daging hewan
  5. lemak

2. GIZI ANAK

Masa anak dari satu tahun sampai remaja dikatakan adalah periode laten karena pertumbuhan tidak secepat pada saat bayi. Perkembangan mentalnya ditinjau dari kemampuan menolak makanan dan food jag (anak hanya mau makan satu jenis makanan selama berminggu-minggu).

MASALAH GIZI ANAK :

  1. Anemia Defesiensi Besi : Kandungan besi dalam makanan terlalu sedikit pada anak yang mengkonsumsi susu sehingga tidak ada keinginan menyantap makanan lain. Dapat diberikan suplementasi zat besi atau mengkonsumsi vitamin C yang dapat membantu penyerapan zat besi.
  2. Karies Gigi : sering terjadi pada anak. Memang tidak berbahaya tetapi hal ini bisa berlanjut sampai dewasa. Cara mencegahnya tentu saja dengan menggosok gigi denga pasta berflouride.
  3. Obesitas : berbeda dengan orang dewasa , kelebihan berat badan anak tidak boleh diturunkan karena akan sekaligus menghilangkan Gizi pada anak yang diperlukan untuk pertumbuhan.
  4. Alergi : merupakan respon tidak normal terhadap makanan yang orang biasa dapat mentoleransinya. Reaksinya biasanya 30 menit setelah makan.

PENILAIAN STATUS GIZI :

  • Pemeriksaan Klinis : mencari kemungkinan adanya bintik bitot, xerosis konjungtiva, anemia, karies, gondok serta hepato dan splenomegali.
  • Penilaian Antropometris : yang dilakukan adalah penimbangan berat badan, pengukuran tinggi, lingkar lengan dan lipatan kulit triseps.

Pemantauan pertumbuhan dapat diamati secara cermat dengan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) balita. Yang berfungsi juga sebagai alat komunikasi antara ibu dan petugas kesehatan.

3. GIZI REMAJA

Lanjut pertumbuhan anak pada wanita dan pria hampir sama cepatnya sampai pada usia 9 tahun. Wanitapada umur 10 – 12 tahun akan mengalami pertumbuhan yang lebih cepat daripada laki-laki yang akan menyusul 2 tahun kemudian.

Faktor yang mempengaruhi kesehatan remaja :

sisa infeksi malnutrisi pada saat anak-anak

perkembangan mental dan psikososial

penyakit kongenital

Banyak masalah yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan Gizi remaja karena banyak terjadi perubahan gaya hidup, kehamilan, keikutsertaan dalam olahraga, kecanduan alcohol dan obat-obatan terlarang.

Pola kebiasaan pangan yang baik bagi remaja :

1. Mendorong untuk menikmati makanan, menyeleksi makanan jajanan yang bergizi.

2. Menjadwalkan makanan.

3. Memberikan penekanan tentang manfaat makanan yang baik seperti perbaikan

vitalitas dan peningkatan ketahanan fisik.

4. Membuat waktu makan yang menyenangkan bersama keluarga.

4. GIZI LANSIA

Lansia adalah mereka yang usianya lebih dari 65 tahun keatas. Disini muncul istilah Lansia Resiko Tinggi (High Risk Elderly) dengan kriteria :

a. usia diatas 80 tahun

b. hidup sendiri

c. depresi

d. gangguan intelectual

e. inkontinensia urine

banyak perubahan fisik yang terjadi pada lansia. Kekuatan, ketahanan dan kelenturan otot rangka berkurang. Pergerakan dan kestabilan terganggu, dementia (intelectual terganggu), defesiensi imunologis, kemunduran pengelihatan, pendengaran, dan lain-lain.

Perubahan Saluran Pencernaan : rongga mulut yang terpengaruh adalah gigi, gusi dan ludah yang bukan hanya disebabkan oleh penuaan tapi juga karena tidak bersihnya gigi dan gusi yang sering menimbulkan infeksi. Penuaan esofagus, lapisan lambung menipis, berat usus halus yang menurun juga merupakan perubahan yang terjadi.

MASALAH LANSIA YANG TERKAIT GIZI :

1. Penyakit Kronis : jantung , diabetes , hipertensi

2. Problem Like Depresion : kehilangan daya ingat , arthritis (mengubah nafsu

makan)

3. Kesehatan Mulut Buruk : penakit gigi, susah menelan dan mulut kering

4. Obat : lansia kadang suka mengkonsumsi obat bebas tanpa resep

5. Kemiskinan

6. Hidup Sendiri : yang tidak hidup di panti werda dan merasa dirinya sehat

7. Masalah dan Morbiditas : tidak bisa melakukan kegiatannya sendiri.

(dikutip dari materi kuliah)

3 Comments (+add yours?)

  1. imsuryawan
    May 16, 2008 @ 00:38:14

    ga ngerti, dan ga pingin ngerti! Hehehe…

    Reply

  2. gdwgdw
    May 18, 2008 @ 16:35:24

    @ciah.. nanti kalo uda mau punya anak ya bli.. mbok yeyen lebih ngerti tuh.. hehe

    Reply

  3. noffan
    Jul 17, 2008 @ 12:03:16

    apa pengaruh status gizi remaja terhadap system reproduksi?
    bagamanakahm mengetahui keidealan tubuh?terima kasih…
    salam

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: