-No Title-

Sebenarnya kenapa malam

Senja dihitung tinggal hari

Dipelupuk mata kita berada

Sampai mati di hari ini

Hembusan angin di dermaga

Tak henti-hentinya kau berlayar

Jauh di sisi sana

Aku menatapmu

Yang aku butuhkan kesetiaan

Yang kau butuhkan kepastian

Yang aku butuhkan pengertian

Yang kau butuhkan kebebasan

Maka pergilah…

GIZI POSTNATAL

1. GIZI BAYI

Jika diukur berdasarkan persentase berat badan, gizi yang dibutuhkan oleh bayi lebih besar daripada orang dewasa. Di awal kehidupannya,lambung dan usus bayi sesungguhnya belum sepenuhnya matang. Makanan pertama bayi tentu saja air susu ibu. Air susu ibu sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan bayi dalam segala hal. ASI mengandung banyak zat, seperti : karbohidrat (laktosa), polyunsaturated fatty acid (asam lemak tak jenuh ganda),protein (lactabumin) yang mudah dicerna, vitamin dan mineral yang banyak, dan zat anti infeksi. Kolostrum adalah ASI yang keluar pertama kali,berwarna jernih kekuningan dan kaya akan zat antibody.

MANFAAT ASI :

  1. bayi yang meminum ASI jarang terkena alergi
  2. menurunkan resiko terkena penyakit, membentuk pertahanan diri tubuh
  3. menjalin keakraban

KEKURANGAN SUSU FORMULA :

1. sumber infeksi

2. sebagai wahana pembiakan bakteri patogen enterik dan produksi

enterotoksin.

3. jika mencampur susu formula terlalu kental atau terlalu encer akan

menyebabkan diare hipertonik. Diare hipertonik dapat menyebabkan

dehidrasi hipertonik,yang selanjutnya menimbulkan tetanus neonatal.

Bayi yang diberi minum ASI harus bekerja keras menghisap puting susu, sedangkan bayi peminum susu botol pasif saja menanti tetesan susu dari botol. Karena harus bekerja bayi yang meminum ASI akan berhenti menghisap apabila sudah kenyang. Dan bayi yang hanya meminum susu botol tidak akan berhenti meneguk susu kecuali apabila botolnya sudah kosong. Hal inilah yang akan mengarah pada obesitas.

More

Ketika kebenaran itu ada…

Ketika kebenaran itu ada, saya benar-benar bingung. Ternyata benar juga ada saatnya. Benar juga ada waktunya. Benar disaat pada seharusnya salah. Begitu kan dok?

Ketika masih kecil, kita diajarkan mana benar dan salah, Ketika beranjak dewasa kita mengetahui mana yang benar dan salah, Ketika menjadi mahasiswa saya belajar menutupi kesalahan dengan kebenaran. Seseorang memberitahu saya, meletakkan benar ditempat yang benar, meletakkan yang salah ditempat yg salah. Tapi semua orang pernah lupa dengan kata-katanya. Begitu juga saya.

Ketika kita beradu argumentasi tentang mana salah dan benar, semua orang mempunyai alibi untuk menyatakan bahwa ‘kelakuannya’ itu yang benar, yang diterima, meskipun dengan cara yang salah. Mungkin maksudnya, meskipun dengan cara yang salah, tapi dia melakukan untuk kebenaran begitu? mungkin. Mungkin benar, mungkin juga salah.

Yah, jadi orang jangan terlalu prinsip katanya. Jadi ga salah dong kalo yang benar itu dibelok-belokkan sedikit-sedikit?