Dear Nanang….

Suratku kali ini datang di derasnya hujan dan angin kencang pada awal tahun. Kemanakah hasrat hidup itu Nang. Bila aku disini mengais reruntuhan-reruntuhan pondasi yang kami bangun dengan susah payah. They say, people come into your life for a reason. Let’s we talk about friendship. Apa yang dibilang teman baik Nang? care? selalu ada saat kita membutuhkan? sedangkan aku disini berteman dengan kepalsuan senyum mereka. haha.. sakit Nang. Aku berteman denganmu pun tanpa alasan Nang. Saat kita tertawa, saat aku terjatuh [meskipun seringkali kau juga tertawa] tapi tidak ada kepura-puraan itu Nang. Disaat kakak-kakak kelas itu men-zolimi [bener ga sih nulisnya ya?] diriku yang katanya terlalu famous. Kau tertawa mengatakan bahwa aku terlalu PD. hihi.. iya Nang, aku terlalu PD sampai muncul waham-waham kecurigaan pada orang-orang yang tak sengaja berbisik di depanku. How can i move on? berlakukah “Anjing menggonggong kafilah berlalu” haha..

Nang, kutulis surat ini sambil meringis kesakitan. Tapi aku tidak luka. hihi. ingat aku pada sajak yang kau kirimkan padaku…

LUKA

oleh : Sutardji Calzoum Bachri

ha ha

sajak-sajak: Sutardji Calzoum Bachri
Date: Wed, 17 Nov 1999 01:27:04 -0800
Pengirim Nanang Suryadi

haha.. menyenangkan menertawakan “teman-temanku” Nang. yang sok dekat padaku, Ah.. mulut wanita, eh? lelaki JUGA Nang, Lupa aku bahwa perbedaan gender sudah mulai dilupakan hihi.. Jika aku punya salah, maafkan aku Nang. Hanya kau dan sedikit temanku yang melihatku sebagai “aku”.  Selebihnya hanya bumbu-bumbu cerita mereka yang ingin tau kehidupanku. Sungguh rasanya aku cocok menjadi artis haha [jangan muntah lagi Nang,pasti kau menyuruhku ngaca lagi.. hihi]. Pertemanan yang suka-suka dan penuh hinaan ini jangan sampai melukai satu sama lain Nang. They say, people come into your life for a reason, maybe your reason was to help me get out of this stupid things n friends who r really “fake”!!

*peluk dari jauh untukmu Nang* teman yang tidak terbataskan waktu…

*Fiction Letter

~ by gdwgdw on January 16, 2009.

10 Responses to “Dear Nanang….”

  1. [ ] yg kuat yaa^^

  2. kenapa wie??

  3. Lagi sedih ya gung????
    Pantes gak pernah kelihatan,Ya sudah yang sabar ya. dan tetap tersenyum dari sebuah kesederhanaan yang ada hingga bisa buatmu teristimewa.

  4. hikz… makasiii semuaaaaa :)

  5. wuah..maap lama ga pernah mampir^^,u know masalahnya lah..hehehe…

    mengusir gundah di hati dengan pergi ke peken badung smbil bawa D70….!?luar biasa…

  6. ah, tanpa sahabat aku bener2 bukan apa2

  7. ini namanya pasti anang muhajir. :D

  8. selamat sore, numpang nimbrung di anak muda bentar. btw, blogmu aku add di tempatku.

  9. Sudahlah Wie, berteduhlah di pelukannya Nang Jer, ada semua kedamaian di sana. Sing keto Jer? [Jer, bayar! Aku sudah memujimu habis-habisan di hadapan Gungwie....]

    Btw, ceritangin pindahan. Tidak lagi ngekost di WordPress, tapi sudah ngontrak di sini. Berkunjunglah. Ada sedikit kedamaian di sana.

    Salam.

  10. Nice poem.. nice article.. nice blog..

    ‘n

    nice love..
    hiks.. hiks.. (sruuootttt).. hiks..

Leave a Reply