Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Patofisiologi Infeksi Saluran Kemih
Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang mengatur keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit dalam tubuh, dan sebagai pengatur volume dan komposisi kimia darah dengan mengeksresikan air yang dikeluarkan dalam bentuk urine apabila berlebih.(1) Diteruskan dengan ureter yang menyalurkan urine ke kandung kemih. Sejauh ini diketahui bahwa saluran kemih atau urine bebas dari mikroorganisme atau steril.(1)
Masuknya mikroorganisme kedalam saluran kemih dapat melalui :
- Penyebaran endogen yaitu kontak langsung dari tempat infeksi terdekat (ascending)
- Hematogen
- Limfogen
- Eksogen sebagai akibat pemakaian berupa kateter.(1)
Dua jalur utama terjadinya ISK adalah hematogen dan ascending, tetapi dari kedua cara ini ascendinglah yang paling sering terjadi.(1) Kuman penyebab ISK pada umumnya adalah kuman yang berasal dari flora normal usus. Dan hidup secara komensal di dalam introitus vagina, prepusium penis, kulit perineum, dan di sekitar anus. Mikroorganisme memasuki saluran kemih melalui uretra – prostate – vas deferens – testis (pada pria) buli-buli – ureter, dan sampai ke ginjal (Gambar 1).(2)
Gambar 1. Masuknya kuman secara ascending ke dalam saluran kemih, (1) Kolonisasi kuman di sekitar uretra, (2) masuknya kuman melalui uretra ke buli-buli, (3) penempelan kuman pada dinding buli-buli, (4) masuknya kuman melalui ureter ke ginjal.(2)
Meskipun begitu,faktor-faktor yang berpengaruh pada ISK akut yang terjadi pada wanita tidak dapat ditemukan. Mikroorganisme yang paling sering ditemukan adalah jenis bakteri aerob. Selain bakteri aerob, ISK dapat disebabkan oleh virus dan jamur.(3) Terjadinya infeksi saluran kemih karena adanya gangguan keseimbangan antar mikroorganisme penyebab infeksi sebagai agent dan epitel saluran kemih sebagai host. Gangguan keseimbangan ini disebabkan oleh karena pertahanan tubuh dari host yang menurun atau karena virulensi agent meningkat. (2)
Kemampuan host untuk menahan mikroorganisme masuk ke dalam saluran kemih disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adalah :
- pertahanan lokal dari host
- peranan dari sistem kekebalan tubuh yang terdiri atas kekebalan humoral maupun imunitas seluler. (2)
Gambar 2. Faktor predisposisi terjadinya ISK (1)
Bermacam-macam mikroorganisme dapat menyebabkan ISK. Penyebab terbanyak adalah Gram-negatif termasuk bakteri yang biasanya menghuni usus yang kemudian naik ke sistem saluran kemih. Dari gram-negatif Escherichia coli menduduki tempat teratas.(1) Sedangkan jenis gram-positif lebih jarang sebagai penyebab ISK sedangkan enterococcus dan staphylococcus aureus sering ditemukan pada pasien dengan batu saluran kemih.(1)
Gambar 3. Beberapa jenis mikroorganisme penyebab ISK (1)
Kuman Escherichia coli yang menyebabkan ISK mudah berkembang biak di dalam urine, disisi lain urine bersifat bakterisidal terhadap hampir sebagian besar kuman dan spesies Escherichia coli. Sebenarnya pertahanan sistem saluran kemih yang paling baik adalah mekanisme wash-out urine, yaitu aliran urine yang mampu membersihkan kuman-kuman yang ada di dalam urine bila jumlah cukup. Oleh karena itu kebiasaan jarang minum menghasilkan urine yang tidak adekuat sehingga memudahkan untuk terjadinya infeksi saluran kemih. (2) ISK juga banyak terjadi melalui kateterisasi yang terjadi di rumah sakit. Berikut data dari infeksi nosokomial terbanyak yang terjadi di rumah sakit
Gambar 3. infeksi nosokomial yang paling sering terjadi (4)
Gejala klinis ISK sesuai dengan bagian saluran kemih yang terinfeksi sebagai berikut :
- pada ISK bagian bawah, keluhan pasien biasanya berupa rasa sakit atau rasa panas di uretra sewaktu kencing dengan air kemih sedikit-sedikit serta rasa tidak enak di daerah suprapubik (1)
- Pada ISK bagian atas dapat ditemukan gejala sakit kepala, malaise, mual, muntah, demam, menggigil, rasa tidak enak, atau nyeri di pinggang.(1)
Obat Tepat Indikasi untuk Infeksi Saluran Kemih
Pada ISK yang tidak memberikan gejala klinis tidak perlu pemberian terapi, namun bila sudah terjadi keluhan harus segera dapat diberikan antibiotika.(5) Antibiotika yang diberikan berdasarkan atas kultur kuman dan test kepekaan antibiotika.(1)
Tujuan pengobatan ISK adalah mencegah dan menghilangkan gejala, mencegah dan mengobati bakteriemia, mencegah dan mengurangi risiko kerusakan jaringan ginjal yang mungkin timbul dengan pemberian obat-obatan yang sensitif, murah, aman dengan efek samping yang minimal. (6)
Banyak obat-obat antimikroba sistemik diekskresikan dalam konsentrasi tinggi ke dalam urin. Karena itu dosis yang jauh dibawah dosis yang diperlukan untuk mendapatkan efek sistemik dapat menjadi dosis terapi bagi infeksi saluran kemih.(7)
Untuk menyatakan adanya ISK harus ditemukan adanya bakteri di dalam urin. Indikasi yang paling penting dalam pengobatan dan pemilihan antibiotik yang tepat adalah mengetahui jenis bakteri apa yang menyebabkan ISK.(8) Biasanya yang paling sering menyebabkan ISK adalah bakteri gram negatif Escherichia coli. Selain itu diperlukan pemeriksaan penunjang pada ISK untuk mengetahui adanya batu atau kelainan anatomis yang merupakan faktor predisposisi ISK sehingga mampu menganalisa penggunaan obat serta memilih obat yang tepat. (1)
Bermacam cara pengobatan yang dilakukan pada pasien ISK, antara lain :
- pengobatan dosis tunggal
- pengobatan jangka pendek (10-14 hari)
- pengobatan jangka panjang (4-6 minggu)
- pengobatan profilaksis dosis rendah
- pengobatan supresif (1)
Berikut obat yang tepat untuk ISK :
Sulfonamide :
Sulfonamide dapat menghambat baik bakteri gram positif dan gram negatif. Secara struktur analog dengan asam p-amino benzoat (PABA).(7) Biasanya diberikan per oral, dapat dikombinasi dengan Trimethoprim, metabolisme terjadi di hati dan di ekskresi di ginjal. Sulfonamide digunakan untuk pengobatan infeksi saluran kemih dan bisa terjadi resisten karena hasil mutasi yang menyebabkan produksi PABA berlebihan. (9)
Efek samping yang ditimbulkan hipersensitivitas (demam, rash, fotosensitivitas), gangguan pencernaan (nausea, vomiting, diare), Hematotoxicity (granulositopenia, (thrombositopenia, aplastik anemia) dan lain-lain. (9,10) Mempunyai 3 jenis berdasarkan waktu paruhnya :
- Short acting
- Intermediate acting
- Long acting (9)
Trimethoprim :
Mencegah sintesis THFA, dan pada tahap selanjutnya dengan menghambat enzim dihydrofolate reductase yang mencegah pembentukan tetrahydro dalam bentuk aktif dari folic acid. Diberikan per oral atau intravena, di diabsorpsi dengan baik dari usus dan ekskresi dalam urine, aktif melawan bakteri gram negatif kecuali Pseudomonas spp. Biasanya untuk pengobatan utama infeksi saluran kemih. Trimethoprim dapat diberikan tunggal (100 mg setiap 12 jam) pada infeksi saluran kemih akut (7,11)
Efek samping : megaloblastik anemia, leukopenia, granulocytopenia. (9)
Trimethoprim + Sulfamethoxazole (TMP-SMX):
Jika kedua obat ini dikombinasikan, maka akan menghambat sintesis folat, mencegah resistensi, dan bekerja secara sinergis. Sangat bagus untuk mengobati infeksi pada saluran kemih, pernafasan, telinga dan infeksi sinus yang disebabkan oleh Haemophilus influenza dan Moraxella catarrhalis. (7,9,10) Karena Trimethoprim lebih bersifat larut dalam lipid daripada Sulfamethoxazole, maka Trimethoprim memiliki volume distribusi yang lebih besar dibandingkan dengan Sulfamethoxazole. Dua tablet ukuran biasa (Trimethoprim 80 mg + Sulfamethoxazole 400 mg) yang diberikan setiap 12 jam dapat efektif pada infeksi berulang pada saluran kemih bagian atas atau bawah. (7) Dua tablet per hari mungkin cukup untuk menekan dalam waktu lama infeksi saluran kemih yang kronik, dan separuh tablet biasa diberikan 3 kali seminggu untuk berbulan-bulan sebagai pencegahan infeksi saluran kemih yang berulang-ulang pada beberapa wanita. (7)
Efek samping : pada pasien AIDS yang diberi TMP-SMX dapat menyebabkan demam, kemerahan, leukopenia dan diare.(9)
Fluoroquinolones :
Mekanisme kerjanya adalah memblok sintesis DNA bakteri dengan menghambat topoisomerase II (DNA gyrase) topoisomerase IV. Penghambatan DNA gyrase mencegah relaksasi supercoiled DNA yang diperlukan dalam transkripsi dan replikasi normal. (9) Fluoroquinolon menghambat bakteri batang gram negatif termasuk enterobacteriaceae, Pseudomonas, Neisseria. Setelah pemberian per oral, Fluoroquinolon diabsorpsi dengan baik dan didistribusikan secara luas dalam cairan tubuh dan jaringan, walaupun dalam kadar yang berbeda-beda. (7) Fluoroquinolon terutama diekskresikan di ginjal dengan sekresi tubulus dan dengan filtrasi glomerulus. Pada insufisiensi ginjal, dapat terjadi akumulasi obat. (7)
Efek samping yang paling menonjol adalah mual, muntah dan diare. Fluoroquinolon dapat merusak kartilago yang sedang tumbuh dan sebaiknya tidak diberikan pada pasien di bawah umur 18 tahun. (7)
- Norfloxacin :
Merupakan generasi pertama dari fluoroquinolones dari nalidixic acid, sangat baik untuk infeksi saluran kemih. (9)
- Ciprofloxacin :
Merupakan generasi kedua dari fluoroquinolones, mempunyai efek yang bagus dalam melawan bakteri gram negatif dan juga melawan gonococcus, mykobacteria, termasuk Mycoplasma pneumoniae. (9)
- Levofloxacin
Merupakan generasi ketiga dari fluoroquinolones. Hampir sama baiknya dengan generasi kedua tetapi lebih baik untuk bakteri gram positif. (9)
Nitrofurantoin :
Bersifat bakteriostatik dan bakterisid untuk banyak bakteri gram positif dan gram negatif. Nitrofurantoin diabsorpsi dengan baik setelah ditelan tetapi dengan cepat di metabolisasi dan diekskresikan dengan cepat sehingga tidak memungkinkan kerja antibakteri sistemik.(12) Obat ini diekskresikan di dalam ginjal. Dosis harian rata-rata untuk infeksi saluran kemih pada orang dewasa adalah 50 sampai 100 mg, 4 kali sehari dalam 7 hari setelah makan. (7)
Efek samping : anoreksia, mual, muntah merupakan efek samping utama. Neuropati dan anemia hemolitik terjadi pada individu dengan defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase.(7)
Obat tepat digunakan untuk pasien ISK dengan kelainan fungsi ginjal
Ginjal merupakan organ yang sangat berperan dalam eliminasi berbagai obat sehingga gangguan yang terjadi pada fungsi ginjal akan menyebabkan gangguan eliminasi dan mempermudah terjadinya akumulasi dan intoksikasi obat. (1)
Faktor penting dalam pemberian obat dengan kelainan fungsi ginjal adalah menentukan dosis obat agar dosis terapeutik dicapai dan menghindari terjadinya efek toksik. (13) Pada gagal ginjal, farmakokinetik dan farmakodinamik obat akan terganggu sehingga diperlukan penyesuaian dosis obat yang efektif dan aman bagi tubuh. Bagi pasien gagal ginjal yang menjalani dialisis, beberapa obat dapat mudah terdialisis, sehingga diperlukan dosis obat yang lebih tinggi untuk mencapai dosis terapeutik.(1) Gagal ginjal akan menurunkan absorpsi dan menganggu kerja obat yang diberikan secara oral oleh karena waktu pengosongan lambung yang memanjang, perubahan PH lambung, berkurangnya absorpsi usus dan gangguan metabolisme di hati.(1) Untuk mengatasi hal ini dapat dilakukan berbagai upaya antara lain dengan mengganti cara pemberian, memberikan obat yang merangsang motilitas lambung dan menghindari pemberian bersama dengan obat yang menggangu absorpsi dan motilitas.(1)
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemberian obat pada kelainan fungsi ginjal adalah :
- penyesuaian dosis obat agar tidak terjadi akumulasi dan intoksikasi obat
- pemakaian obat yang bersifat nefrotoksik seperti aminoglikosida, Amphotericine B, Siklosporin. (1)
Bentuk dan dosis obat yang tepat untuk diberikan kepada pasien ISK dengan kelainan fungsi ginjal
Pada pasien ISK yang terinfeksi bakteri gram negatif Escherichia coli dengan kelainan fungsi ginjal adalah dengan mencari antibiotik yang tidak dimetabolisme di ginjal. Beberapa jurnal dan text book dikatakan penggunaan Trimethoprim + Sulfamethoxazole (TMP-SMX) mempunyai resiko yang paling kecil dalam hal gangguan fungsi ginjal. Hanya saja penggunaanya memerlukan dosis yang lebih kecil dan waktu yang lebih lama. (9)
Pada ekskresi obat perlu diperhatikan fungsi ginjal, yang diikuti dengan penurunan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG), terutama obat yang diberi dengan jangka panjang harus selalu memperhitungkan fungsi ginjal pasien. Secara praktis dapat diukur dengan creatine clearance test.(1) LFG sangat berguna untuk menilai fungsi ginjal karena kreatinin merupakan zat yang secara prima difiltrasi dengan jumlah yang cuma sedikit akan tetap bervariasi terhadap bahan yang disekresi. (1)
Trimethoprim + Sulfamethoxazole (TMP-SMX) :
Dosis yang diberikan pada pasien ISK dengan kelainan fungsi ginjal haruslah lebih rendah. Pada pasien dengan creatine clearance 15 hingga 30 ml/menit, dosis yang diberikan adalah setengah dari dosis Trimethoprim 80 mg + Sulfamethoxazole 400 mg yang diberikan tiap 12 jam. (9) Cara pemberiannya dapat dilakukan secara oral maupun intravena. (7,9)
Penghitungan creatine clearance: TKK = (140 – umur) x berat badan
72 x kreatinin serum
Daftar Pustaka
- Tessy A, Ardaya, Suwanto. Infeksi Saluran Kemih. In: Suyono HS. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam 3rd edition. Jakarta, FKUI. 2001.
- Purnomo BB: Dasar-Dasar Urologi 2nd Edition . Jakarta, Sagung Seto. 2003
- Hooton TM, Scholes D, Hughes JP, Winter C, Robert PL, stapleton AE, Stergachis A, Stamm WE. A Prospective Study of Risk Factor for Symtomatic Urinary Tract Infection in Young Women. N Engl J Med 1996; 335: 468-474.
- Burke JP. Infection Control- A Problem for Patient Safety. N Engl J Med 2008; 348: 651-656.
- Kennedy ES. Pregnancy,Urinary Tract infections. http://www.eMedicine.com. last updated 8 August 2007. accesed 22 February 2008.
- Stamm WE. An Epidemic of Urinary Tract Infections? N Engl J Med 2001; 345: 1055-1057.
- Jawetz E. Sulfonamid dan trimetoprim. In: Katzung BG (Ed): Farmakologi dasar dan klinik. Jakarta, EGC.2002.
- Hanno PM et al. Clinical manual of Urology 3rd edition. New york, Mcgraw-hill.2001.
- Trevor AJ, Katzung BG, Mastri SB. Katzung and Trevor’s Pharmacology Examination and Board Review 7th Edition. Newyork, Mcgrtaw-hill.2005.
- Katzung BG (Ed). Lange Medical Book. Basic and Clinical Pharmacology 9th Edition, Newyork, Mcgraw-hill.2001.
- Carruthers SG et al. Melmon and Morrelli’s Clinical Pharmacology 4th edition, Newyork, Mcgraw-hill.2000.
- Urinary Tract Infection. http://www.wikipedia.com. last updated on February 19 2008. accesed on February 22 2008.
- Fihn SD. Acute Uncomplicated Urinary Tract Infection in Women. N Engl J Med 2003; 349: 259-265.
14. Winotopradjoko M et al. Antifektikum kombinasi in: ISO Indonesia Informasi Spesialite Obat Indonesia Vol.40 Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. 2005 ;01.06








Tulisannya keren komplit, Ibu saya sabtu kemarin 14/06/08 kena infeksi saluran kemih, urinenya keruh sekali seperti air teh, dideteksi ada bakteri erectobacter dan 1 lagi saya lupa, KDLS kalo gak salah. Per 1 cc urine ada 100 rb erectobacter dan 20 rb KDLS, lalu leh Lab RSI Bintaro bakteri tsb coba dibasmi dgn 13 antibiotik, 10 diantaranya resistance alias tidak mempan, hanya 3 yg mempan, tapi hanya 2 yg obatnya ada di Indonesia, saat ini oleh dokter internist disuntikkan MIKASIN 1 gram per hari selama 7 hari berturut – turut. Bagaimana menurut anda?
Sehari – hari Ibu saya memang minum air isi ulang tanpa dimasak, saya khawatir karena hal tsb, apa mungkin masuk dari air tsb? Untuk MCK ibu saya pakai air PAM. Untuk ke depannya saya masih mencari penyebab darimana bakteri tsb masuk? saya khawatir apabila tidak dicari penyebabnya, apabila sudah sembuh akan kambuh lagi.
makasi mbak dhien.. setahu saya, kalo mencari antibiotik yang sensitif memang harus kultur kuman dulu baru dapet obat yang sesuai yang bisa mematikan kuman tersebut..
Mikasin itu membunuh bakteri gram negatif, dan sudah sesuai dengan indikasi yang diberikan oleh dokter.
saat ini masih ada yang sensitif dengan GENTAMISIN..
Masuknya kuman sering terjadi pada wanita, kaena letak uretra yang dekat dengan anus, [faktor membasuh vagina dari depan ke belakang]
untuk mencegah timbulnya kembali dapat menggunakan antibiotik pencegahan spektrum luas seperti TMP-SMX..
semoga bermanfaat..
Gimana dengan laki-laki???
apa beda dengan wanita???
bli.. seken metakon tu? hehe.. duh,ada yg lebih profe.. jd malu..
Tulisan Anda benar-benar bermanfaat dan lengkap.
Oh ya,tiga minggu yang lalu saya kena ISK,oleh dokter saya diberi obat Doxicor 100 dan obat dengan tulisan “Uriter” selama 1 minggu pengobatan,sempat berhenti sebentar sakitnya selama minum obat itu tapi seminggu yang lalu saya merasa sakit lagi ketika kencing dan bolak balik kencing.Sekarang obatnya mau habis tapi saya masih merasa tidak nyaman dan masih agak perih kalau kencing.Saya mesti gimana? Kembali lagi ke dokter itu minta tes urine atau pindah dokter saja?Apa saya boleh meminta agar saya di tes urine saja oleh dokter untuk mengetahui bakteri apa yang ada di uretha saya atau saya tunggu Dokter untuk memutuskannya? Saya capek bolak-balik ke dokter dan saya juga capek bolak balik kencing ke kamar mandi.Oh ya,kalau salah satu penyebab ISK ini karena kekebalan tubuh menurun sehingga bakteri mudah menyerang,bagaimana cara meningkatkan kekebalan tubuh?.Sebenarnya kalau terkena ISK kita mesti berobat ke Internist atau ke Dokter specialis kulit kelamin? Tolong bantu saya untuk informasinya.Suksma.
@Kadek Ari Ratna Dewi Puroa: ISK itu sebaiknya dengan dasar UL [Urine Lengkap], dan sebaiknya ada kultur urine dan sensitifitas. Indikasi pengobatan tergantung hasil kultur..
Urinter, isinya asam pipemidat untuk nyeri akut pada saluran kemih. Oh ya, apakah ada penyakit penyerta lain seperti Batu? karena bisa saja ada faktor yg mengarah kesana.
Meningkatkan kekebalan tubuh, seperti biasa, berolahraga, makan teratur, istirahat cukup, hindari merokok =)
Semangat!! cepet sembuuh yaaaa…
Obatnya Yang Harus diminum ada 2 :
NAMA=WIAFLOX Siprofloksasin.
KEMASAN
Tablet salut selaput 500 mg x 2 x 10 biji.
INDIKASI
Infeksi saluran kemih ringan sampai sedang, infeksi ringan sampai sedang pada saluran pernafasan, kulit dan jaringan lunak, tulang & sendi, gonore akut.
Diminum 2xsehari harga total 10x Rp.135.000
TORASIC KETOLORAC TROMETHAMINE
Ketorolac adalah obat anti inflamasi non steroid (AINS). Indikasi penggunaan ketorolac adalah untuk inflamasi akut dalam jangka waktu penggunaan maksimal selama 5 hari. Ketorolac selain digunakan sebagai anti inflamasi juga memiliki efek analgesik yang bisa digunakan sebagai pengganti morfin pada keadaan pasca operasi ringan dan sedang. Nama generik obat ini adalah ketorolac tromethamine. Ketorolac tromethamine adalah suatu anggota pyrrolo-pyrrole kelompok obat anti inflamasi non sterroid ( AINS).Nama kimia untuk Ketorolac tromethamine adalah (±)-5-benzoyl2,3-dihydro-1H-pyrrolizine-1-carboxylic, campuran dengan 2-amino2-(hydroxymethyl)-1,3-propanediol. ketorolac tromethamine mempunyai pKa 3,5 dan larut dalam air.
diminum 2xsehari harga Total 8 x Rp.46.000
SEBELUM MINUM OBAT INI :
Kita perlu disuntik dengan obat :
1. Scelto 30MG/ML harga 31.000
2. Erocef 2x harga 232.000
Semuanya digunakan untuk :
Injeksi
membantu fungsi kelenjar getah bening untuk melawan infeksi (melalui DNA virus).
membantu menghilangkan rasa nyeri yang diakibatkan oleh virus tersebut.
TABLET
membantu mengurangi rasa nyeri
membantu membunuh virus..
BTW … memang lebih cocok ke lab, untuk mengetahui virus apa, supaya pas obatnya
Tapi obat diatas cocok kok
————————————–
Anjrit lu Chelsea..!!!
Gua Kapok …
Memang lu cantik, manis, ayu… tapi ber-virus
Mending ber-TEASE saja di Internet… oke bye
Gw dari bidang akunting, akhirnya jadi belajar medis.
hampir semua situs medis gw telusuri fungsi-fungsinya… yah begitu deh.
Lebih parah lagi dokter yang meriksa gw Cantik lagi..
Tengsin banget …
Jakarta
mbak…..klo kasus kencing pada wanita berwarna pink…..itu bsa ngga’ disebab khan Fungsi ginjalnya menurun???makasih bantuin dong
@Alfry : Bisa, tp perlu di chek lagi.. apa ada batu atau gejala lainnya, bisa karena gangguan pada fungsi ginjal.. biasanya warna uRine kuning jernih, diluar warna ini menunjukkan adanya keLainan..
sehingga darahnya bisa lolos dari ginjal..
bisa juga kelainan di sepanjang urinary track..bisa karena cedera dsepanjang saluran..^^
mbak apakah berbahaya klo ISK penanganannya/pengobatanya agak terlambat, trus bahayanya yang fatal itu ap?
@zack : Sebaiknya memang ditangani dengan cepat, karena selain menimbulkan rasa yang tidak nyaman, keterlambatan dapat menyebabkan obstruksi pada saluran kemih yakni dengan munculnya Batu saluran kemih..
Informatif sekali artikel gek ini, kebetulan saya menekuni traditional chinese madicine jadi ada yang ingin saya tanyakan.
Mengenai ginjal dan saluran kencing,
Bagaimana kita mengetahui infeksi yang terjadi apakah infeksi tersebut terjadi di Ginjal atau Saluran kencing? Apa yang menjadi indikator nya? bila dikaitkan dengan Bakteri dan dari mana sumber bakteri tersebut?
Mengenai diagnosa,
Pemeriksaan secara lab.sangat mungkin memberikan informasi yang akurat tentang adanya indikasi faktor luar yang menyebabkan suatu peradangan, nah bagaimana kita mengetahui indikasi kalau organ tersebut yang bermasalah (indikator dalam)? atau adakah pra diagnosa yang bisa dilakukan tanpa harus masuk LAB?
Menurut pandangan saya, bila penyakit tersebut sudah parah dalam hal ini ISK, maka mungkin disamping pengobatan secara modern dengan mengkonsumsi pil,antibiotik dan sebangsanya, harus juga dibarengi dengan penyembuhan organ yang bermasalah tersebut, dengan teknik reflexy, akupresure maupun akupuntur.
Sekian terima kasih, lain kali share lagi yah mengenai dunia kesehatan.
@SIge : Infeksi pada ginjal, dapat terjadi karena terjadi refluks urine ureter ke ginjal, mengenai sumber bakteri, saya kira sudah cukup jelas pada awal tulisan ini. Tanpa masuk lab?
wah, saya tidak jelas maksudnya. mungkin dari penampakan luar begitu?
untuk make sure nya sih biasanya dipastikan dengan pemeriksaan Lab, karena kita pun ada Protab untuk melakukan pemeriksaan fisik maupun klinis pada pasien.. Untuk untuk refleksi, akupresure maupun akupuntur, mungkin memang bisa untuk menjadi alternatif, dan itu hak pasien.
hehe.. terimakasih kembali… saya jg pengen tau lebih banyak tentang pengobatan tradisional maupun akupuntur..
mba, saya sudah beberapa kali kena ISK, selama ini sih berobat ke internis. Akhirnya saya memutuskan untuk ke spesialis urolog, dan di suruh tes kultur. Hasil biakannya klebsiella Aerogenes >100.000 koloni/ml. saya belum kembali lagi ke dokter urolognya, kira2 bagaimana cara pengobatannya yah? sakit ISK ini sudah lama sekali tidak sembuh2
hmm.. berulang ya mbak? biasanya diperlukan pemeriksaan tambahan pada ISK untuk mengetahui adanya batu atau kelainan anatomis yang merupakan faktor predisposisi ISK sehingga mampu menganalisa penggunaan obat serta memilih obat yang tepat. Ada baiknya langsung konsul ke dokter terdekat dengan membawa hasil kulturnya..
smoga lekas sembuh
Ibu saya bulan oktober lalu masuk rumah sakit dengan diagnosa tipes, tapi ternyata uji bakteri salmonella negatif. Seminggu setelah keluar RS, suhu tubuh kembali meningkat, lalu setelah mengganti dokter internis dan melakukan serangkaian uji lab, ternyata Ibu saya menderita ISK oleh EColi dan hanya sensitif dengan tiga jenis antibiotik. Oleh karena ginjal Ibu saya bermasalah (dengan kreatinin 2.09) akhirnya dokter memberikan antibiotik maxipime 1 gram, 2x sehari selama 5 hari. Selama pemberian obat tersebut, Ibu saya merasa baikan namun seminggu setelahnya kembali merasa tidak ada nafsu makan, pusing, mual, nyeri pinggang. Hasil uji lab seminggu setelah pemberian maxipime menunjukkan bakteri positif, Hb rendah, dan kreatinin meningkat menjadi 2.15.
Yang ingin saya tanyakan, apakah kondisi tersebut berbahaya bagi Ibu saya? Mengapa setelah disuntik dengan antibiotik masih terdapat bakteri? Untuk saat ini kami tidak bisa merujuk ke dokter Internis karena dokter yang bersangkutan sedang ke LN dan baru kembali minggu depan, dengan keadaan Ibu saya tersebut ,Apa yang sebaiknya kami lakukan? Apakah perlu merujuk ke dokter Urologi? Dengan kondisi tersebut apakah berarti infeksi sudah mengenai ginjal (mengingat kreatinin di atas normal)?
Yang ingin saya tanyakan lagi apakah minum air putih yang banyak akan membantu dalam mangurangi bakteri? tapi bukankah dengan kondisi ginjal yag terganggu justru tidak boleh minum bayak air???
Thx B4….
Maxipime adalah obat spektrum luas. Eradikasi bakteri secara luas.
pertama yang ingin saya tanyakan.. tentang kreatinin, itu serum kreatinin atau kreatinin clearence ya? soalnya indikasi nya beda. artinya juga beda. Biasanya kalo Kreatinin Clearence meningkat menandakan gagal ginjal dan pasien biasanya cuci darah.
anda bisa meminta second opinion dr dokter internis lain.
saya belum tau kLo minum air putih bs mengurangi bakteri.. maav yaaa..
hmm.. Untuk ginjal, secara sederhana, apabila minum banyak memang akan meningkatkan kerja ginjal. tapi suatu saat memang ginjal butuh dilatih. jadi seimbang
Wahhhhh keren abis nie artikel sedaftar pustaka aja ada siiiipppp
Makasih buat penjelasan lengkapnya d atas. Btw, saya baru saja test kesehatan dan dari situ diketahui klo saya terkena ISK dengan LED jauh di atas normal : LED 1 jam 50 LED 2 jam 84. Selama ini siy gak ada keluhan apa2 hanya kadang terasa nyeri di atas selangkangan sebelah kiri. Dari hasil uji urine mikroskopis kristal tertulis POS (+1) amorf artinya apa ya?apa ada indikasi batu kemih? Trus apakah saya harus periksa langsung ke spesialis urologi y? Thanks banget yaaaaa…sukses selalu
mbak saya habis kultur urin dan hasil biakanya escherichia coli 130000 kuman/ml ISK saya sering berulang saya biasanya minum urotraktin dg. dosis 3 kali sehari selama 5 hari tapi tetap saja masih sering kambuh antibiotik apa sih yang paling tepat mbak?
@ Ivy : artinya tidak bermakna, amorf : tidak berbentuk.. indikasi batu kemih dapat dilihat dari rontgent.. lebih baik langsung ke Internis bag. urologi
@ Lilis : isinya Urotraktin adalah pipenamic acid 400mg, fungsinya seperti desinfektan saluran kencing.saran untuk yg bagus sih yg bagus sih Levofloxacin, Ofloxacin.
saya 25 thahun laki2, dok.. 2 minggu yang lalu saya merasa pegal2 di sebelah pinggul belakang kanan, trus kencing dengan warna merah muda. setelah saya periksakan ke dokter sp urologi, disarankan tes urine dengan hasil :
warna : Kuning muda agak keruh
pH : 6 /asam
Berat Jenis : 1010
Nitrit : -
Protein : -
Glukosa : -
Keton : -
Urobilinogen : +1
Darah/lekosit : +++/-
Bilirubin : -
Sedimen lekosit : -
Sedimen Eritrosit : -
Sedimen Epitel : –
Sedimen Kristal : -
Sedimen lain-lain : -
Setelah hasil lab urine saya dianjurkan ntuk USG 4D, berikut hasil USG 4D tsb :
Ren dekstra-sinistra :
Ukuran baik. Ekhokorteks tidak meningkat. Batas korteks dan medulla jelas. Tampak pelebaran pelviokalises sinistra. Batu (-).
VU : ukuran baik. dinding tidak menebal Tampak debris.
Kesimpulan : Hidronefrosis sinistra grade 1 ec ?
: sinistis akut
Setelah itu saya dinjurkan untuk foto (IVT… kalo ga salah) namun sampai sekarang belum saya lakukan mengingat biaya yang sangat mahal.
yang saya tanyakan apakah sebenarnya penyakit yang saya derita dok, trus apakah dengan 2 analisa diatas (urine dan USG 4D) masih kurang untuk dapat memutuskan tindakan apa yang harus diambil, karena saya cuma dikasih obat pereda nyeri, dan dokter sp urolog tsb belum memberikan obat2 yang lain.
terimakasih
hai,, kemungkinan ada sumbatan di distal (bawah) krn ada hidronefrosis.. tapi udah Usg dan batu (-) yah.. Hmm.. liat fungsi ginjalnya, kalau baik mungkin periksa IVP. Karena dari IVP bisa tau ada sumbatan pada ginjal atau tidak. Klo pereda nyeri aja ga cukup.. Harus tambah antibiotik dan desinfektan
semoga bermanfaat
wow…!
ternyata km tau banyak tentang obat isk,,
saya jadi malu sebagai calon apoteker…
da tambahan ni dk, brusan periksa IVP, berikut hasilnya :
Fungsi sekresi dan ekskresi ren dekstra tampak menit ke 5. Fungsi sekresi ren sinistra tampak menit ke 5, fungsi ekskresi tampak pada menit ke 30. Sistem pelviokalises dekstra tidak melebar. Tampak flatening kaliks sinistra dan pelebaran ureter sinistra sampai UV junction junction sinistra dengan cutoff di UV junction sinistra. Kaliber dan drainase ureter dekstra baik. Masih tampak drainase kontras kontras di ureter sinistra ke buli-buli.
Buli-buli kaliber baik. Tidak ada filling defek/additional shadow.
Post void sisa urin minimal.
Kesimpulan Hidronefrosis dan hidroureter sinistra grade 2 ec ureterolithiasis sinistra (UV Junction dengan partial obstruksi.
Delayed function fungsi eksresi ren sinistra.
ga tahu maksudnya nih… apa ya penyakitnya dok?, oya kalau emang bermasalah kira2 penyebabnya apa, trus kalau pengaruh pola makan, diet makanan tertentu apakah dianjurkan?
terimakasih
mba, saya sudah lama kena ISK, gejalanya seperti anyang-anyangen. selama ini berobat ke spesialis urolog, dan di suruh tes kultur. Hasil biakannya klebsiella Aerogenes. saya ud minum cravit levofloacin 500mg,urispas flavoxate hydro 200mg,vesicare 5mg, tp kayaknya g ada perubahan (saya udah 3 kali kontol dan nebus rangakaian obatnya hampir 4 kali). mohon bantuannya donk…saya sangat tersiksa dengan penyakit ini.. buh2
@Zoda : intinya, ada batu di uretra kiri, menyebabkan sumbatan dan perlambatan pengeluaran (ekskresi) ginjal kiri. Atur makan boleh aja.. yg penting hilangkan sumbatannya dl. Dietnya biasanya 2500 kal, 50 gr protein. intinya jangan terlalu banyak daging dan jeroan2 gitu.
@Dista : mungkin perlu tes sensitivitas obat, supaya tau obat yg sensitif dengan bakterinya. Levo itu udah obat yg mantap untuk ISK. Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan diri dan hidup sehat
dk.. tahun 2007 saya menderita ISK, selama kurun waktu 2008 tidak pernah ada lagi keluhan2 itu.. mengapa setelah 2 tahun penyakit itu datang kembali ya dok ??
dan selama kambuh saya tidak bisa beraktivitas sama sekali, demam yang tinggi, semua yang saya makan selalu saya muntahkan, api anehnya saya memerikasakan diri sampai ke 4 dokter internist
di dapatkan jawaban yang berbeda2..
ada yang mengataka bahwa saya terkena tipes,,
saya ingin bertanya dok, apakah ISK ini memang sama dengan tipes?
dan perlu waktu berapa lama untuk bisa disembuhkan secara total?
karena saya pernah dirawat 1 bulan di RS, dengan diagnosa awalnya Tipes, lalu kemudian ISK..
saya tidak pernah mengkosumsi air putih dok.. sedari saya kecil sudah terbiasa meminum teh, apkah isk itu muncul karena kebiasaan saya meminum teh tsb ??
apakah akan beresiko tehadap ginjal saya?
terimakasih dok..
@ Eka : ISK tidak sama dengan tipes. Kelainan tipes ada di sistem pencernaan. sudah tes widal? untuk diagnosa pasti tipesnya. Pada tipes juga bisa terjadi diare berkepanjangan. Memang dari gejala demam pada ISK terjadi karena infeksi. Bisa saja terjadi bersamaan. Sebab lain yg membuat infeksi berulang paling banyak adalah batu.Pada laki2 biasanya karena pembengkakan prostat. Pengendapan zat padat tertentu dalam urin memang meningkat antara lain kristal oksalat ( dari vitamin C yang berlebih, kopi, dan teh). Jadi hati-hati jika Anda terbiasa minum kopi-teh kental atau suplemen vit C, wajibnya Anda pun harus mengimbanginya dengan minum air putih yang banyak. Semoga lekas sembuh
Tulisan dokter benar-benar bermanfaat…
Kemarin sore urine saya berwarna seperti kopi, berikutnya lagi saya jadi sering ke kamar kecil, gejalanya seperti orang yang kebelet (maaf) pipis…. dan makin terasa sakit
apakah ini termasuk ISK?
3 tahun lalu saya juga pernah mengalami seperti ini dan setelah makan obat antibiotik dan minum air putih banyak2 paginya udah baikan seperti nga terjadi apa2, sekarang saya berada di negara Jepang dan yang saya lakukan tadi malam hanya minum air banyak2 dan sampai pagi ini urine saya udah nga berwarna lagi tapi diakhir buang air kecil masih terasa perih… saya tidak membawa obat anti biotik saat berangkat ke jepang… dan untuk mendapat obat antibiotik di sini sepertinya harus melalui pemeriksaan yang akurat dari dokter dengan berbagai tes lab, kondisi kami sebagai student dengan membawa keluarga tidak memungkinkan untuk melakukan berbagai tes tersebut…
Apakah yang harus saya lakukan sambil menunggu obat dari indonesia? Saya sangat berharap saran dari dokter, terimaksih
@Uun : umurnya berapa y? trus dulu udah sempet periksa? biasanya yg bisa diminum hanya untuk mengurangi gejala nyerinya saja,hanya simptomatis aja mengurangi gejala tp tidak menyembuhkan, ada baiknya diperiksa
Mbak mau tanya ni .
Saya 3hari ini mengalami BAK(buang air kecil) sering tetapi sedikit2 lalu diakhir BAK terasa sakiiit banget lalu urin saya berwarna kuning pekat menimbulkan bau . Apakah termasuk gejala ISK juga?? Terima kasih,^^
Oia mbak tambahan .
Kalau ternyata ISK termasuk yang berat atau biasa melihat gejala yang ditimbulkan?? Langkah penanganan awal gimana ya bak(obat yang bisa menghilangkan nyeri) karena saya tidak bisa ke dokter dalam waktu dekat . Terima kasih lagi .
Luar biasa nih artkelny lngkap bgt
Sya suka nahan pipis+krang minum air ptih..Dr smp smpe skr kdang saking g kuat nahan pipis,jdny suka beser.Saya mw tanya nih,sya dvonis isk.Trus dksh antibiotik,anti mual,sma lactacyd..
Klo bleh tw lactacyd th gunany utk obt isk ap y?Kta dkterny sh biar bkteriny g naik k ginjal..Trus ad mkanan yg jd pantangan g?
Pnybab isk th ap aj y?
Mba, nanya donk, anak saya (20 bln) juga kena ISK. Udah 4 kali dan terakhir disunat. Berdasarkan info yang ada ISK dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Berapa kali terjadi ISK maka dapat menyebabkan kerusakan ginjal? dan pemeriksaan apa yang dapat dilakukan utk mengetahui kalau sudah “bebas” ISK? dan pemeriksaan apa yang dapat memberitahukan bahwa ISK tsb belum menyerang ginjal? Terima kasih ya.