the gift of Understanding…
“Semuanya seperti air sungai, mengalir dan mengalir.. sehingga tidak saja sungai yang baru setiap harinya, pengertian juga senantiasa baru dan segar” (Gede Prama-Simfoni di Dalam Diri)
Hari yang penuh nostalgia.. Kaset-kaset lama menemaniku dari mengawali pagi ke bukit sampai imanez di sore hari. Dawson Creek memberiku banyak makna. Hari ini aku belajar bahwa cinta memang suatu saat memberi perasaan sakit ataupun kadang benci.. sebab, orang yang tak mengalaminya hanyalah orang-orang yang sangat beruntung atau juga orang yang “Kesepian”. Dan untuk menghilangkan rasa sakit itu caranya berbeda-beda tiap orang. Kompromi, air mata, scuba diving, dance. Tapi aku masih mencari cara yang cocok untukku.
Thanks Dawson!
Dia memang tak berhak seenaknya membuatku jatuh cinta, lalu seenaknya pergi untuk mundur……..
(hhh,,, akhirnya kuletakkan lagi buku itu ditempatnya…)
Will.i.Am terdengar sayup-sayup berlomba dengan Tv yang sedang menayangkan debat Capres. Tidak ada yang berubah.. Dia tetap ada disampingku, begitu pula hari-hari ini.. Tetap menjawab pertanyaan bodohku setiap saat.. Cinta sudah merasa cukup hanya dengan dilaksanakan. Cintamu adalah dirimu yang sesunguhnya
“I went to sleep last night
Tired from the fight
I’ve been fighting for tomorrow
All my life
Yea I woke up this morning
Feeling brand new
‘Cause the dreams that I’ve been dreaming
Has finally came true…… It’s A New Day” (Will.I.Am-It’s A New Day)



Pagi yang dingin. Masih saja aku berdiam diri di dalam mobil yang menghangatkanku. Diluar hujan sangat deras. Berlari-lari kecil aku melintasi taman itu. Tempat kita pernah duduk berdua. Bahkan hujanpun enggan berhenti ketika aku duduk disana. Hah, tak tahan dengan dinginnya, kembali aku masuk ke dalam. Kukeringkan sisa air hujan yang menetes dari rambutku.
Some people said : Let me knOw just how u feel..
Hoaaaahm.. pagi ini agenda kami adalah Pemasangan Tugu, Penyuluhan ke SD dan Penelitian. Sebelum itu kami menyempatkan diri mencari keringat sebentar, bermain futsal dengan bola voli di lapangan desa terdekat. hehe. Menyenangkan, itung-itung mepererat kami dengan suasana desa, sehingga membuat kami semakin betah.
Kegiatan sebelumnya adalah menggali lubang, untuk pemasangan tugu sebagai tanda mata meninggalkan jejaka-jejaka eh? jejak-jejak manis kami di desa itu. 
Setelah mendapatkan hadiahnya, teman saya melanjutkan pertanyaannya. “Sekarang siapa yang bisa menyebutkan 2 jenis perokok?”, tanya teman saya. Mulailah banyak yang ingin menjawab karena mendapatkan hadiah dari kami. Akhirnya satu orang anak maju dan menyebutkan “Sampoerna dan X-Mild”, katanya dengan bersemangat! Gubraaaakz… huahahaha.. “Adik-adik sekalian, jenis perokok ada dua, SATU perokok Aktif, DUA Perokok pasif, tapi gpp, karena sudah berani maju, kita kasih hadiah.. tepuk tangan semuaaaaaa”, saya melanjutkan. hehehe. Penyuluhan berlangsung cukup menarik, karena melihat anak-anak tersebut antusias (semoga bukan hanya karena hadiahnya =p).
Kegiatan Kerja Sosial Kesehatan (KerSosKes) XXV yang dilaksanakan di Karangasem Kubu pada tanggal 29 Januari 2009 sampai 1 Februari 2009 merupakan kegiatan rutin Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang berlangsung dengan cukup baik. Setidaknya 1200 warga Karangasem-Bali mendapatkan kesempatan berobat gratis.

